CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)
Imel menatap tajam, ia tak percaya, padahal ya memang itu kenyataannya.
“Yaudah, lah. Ibu simpan aja. Kamu lanjut deh, video call sama Tisya. Salam dari Ibu ya, Bang.” Imel lalu berjalan kembali ke arah kamarnya. Dewa tersenyum seraya menutup pintu kamar. Ia duduk di kursi meja belajar, kembali melanjutkan kegiatan sebelumnya. Tak lupa ia memasang earphone supaya suara Tisya lebih terdengar jelas. Tak lama, wajah cantik itu muncul di layar laptop.
“Hai,” sapa keduanya bersamaan, lalu diakhiri saling melempar senyum.
Hot Chapters