Bakti Seorang Menantu
tanyaku.
"Kamu tadi, Mas pamit-in diem aja, jadi mas nungguin kamu menjawab," ucap Mas Rahman lagi.
"Ya … Allah, Mas. aku tadi sudah ngangguk loh," ucapku tanpa dosa.
"La, kita lagi nelpon biasa bukan video call, jadi mana bisa mas melihat kamu mengangguk," ucapnya dengan mendesah kesal.
"Hahahahah. Maafkan aku, Mas. Nggak sadar!" ucapku sambil terkekeh geli dengan kelakuan sendiri.
Hot Chapters