23.14
"Jawab! Jangan diem aja. Gagu, Lo?!"
Anggun mengangguk pelan, dengan air matanya yang mulai mengalir. "I-iya, ma-maaf, kak," lirihnya.
Tangan Ana mengepal kuat. Ingin sekali mulutnya menyumpah serapahi dengan banyak kata. Namun karena malas, ia hanya bisa mengumpat. "Kurang ajar Lo, ya?!" Desisnya.
Hot Chapters