Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Harap Restu Seorang Menantu

Harap Restu Seorang Menantu

“Ibumu menuntutku untuk mengembalikan uang yang kamu beri untuk kukirim ke desa. Uang itu, Mas ... dianggapnya hanya pinjaman. Padahal kamu sendiri yang menyerahkannya padaku dengan ikhlas. Apa aku sekarang dianggap pengutang di rumah suamiku sendiri?” Suara Nadira tercekat, tapi emosinya meledak semakin deras. “Apa kamu tahu rasanya, Mas?! Dipermalukan, diremehkan, dan tak dianggap hanya karena aku bukan menantu yang ibumu harapkan?! Aku sudah berusaha terus sabar, aku sudah berusaha untuk memakluminya dan mencoba menyesuaikan diri. Tapi kalau setiap langkahku hanya salah di mata ibumu, lalu apa yang harus kulakukan?! Terlebih, sekarang kamu juga berpaling dariku dan mengutamakan ibumu sela
917 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Adakah Jalan Untuk Kembali

Adakah Jalan Untuk Kembali

"Dan perlu kamu ingat. Aku nggak akan pernah mengambil kembali sesuatu yang sudah pernah aku buang ke tempat sampah. "Aku sudah cukup bahagia dengan anak, menantu, dan cucuku," lanjut Bu Isti dengan nada yang sangat tenang. "Kelihatannya justru kamu yang sedang nggak baik-baik saja. Capek juga kan berpura-pura bahagia di depan publik?"
10141.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai aku bukan menantu sampah
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
Naomi Sari
Hi mba Lis, novel2 bikinan mba ga prnh bikin bosen utk dibaca…trs berkarya yah, smg novel2 berikutnya lbh seru dan “menggetarkan jiwa”, hihi…kl blh sedikit saran&request, aku berharap mgkn story berikut2nya dibikin agak sedikit beda biar semakin greget2 lg pas bacanya, hehe…warm regards to you mba!
Mau baca Novel
ahirnya ada di goodnovel......... dari muda sy suka baca novel beriringan dgn baca kitabku,sebenarnya novel itu gambaran dr kehidupan,dan sy suka baca novel by lis ini Krn menuntun para wanita muda bgmn hidup dgn benar dan berharga diri,mandiri,memang bnyk karakter,tinggal kita dpt memilah dan memilih,
Baca Semua Ulasan
Menantu Bodoh

Menantu Bodoh

Lalu terdengar suara Jose menjawab, “Kakak salah tebak. Aku nggak minum susu, tapi makan madu.” “Madu apa?” “Itu….” Sepertinya Jose sedang melakukan sesuatu dan Dolin langsung tertawa cekikikan, “Dasar nakal, jangan pegang-pegang, geli….” Jose kembali berkata, “Tapi madu istriku nggak enak, lebih enak….” Belum selesai Jose bicara, Dolin langsung penasaran, “Lebih enak siapa?” Ekspresiku langsung berubah. Jangan-jangan si bodoh itu bakal membocorkannya?
100.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

Shanum(Aku Yang Kalian Sebut Menantu Tak Berguna)

"Laki-laki ini makin gila!" Sang nenek melirik ke arah Shanum dengan tenang. "Ada masalah, cucuku?" Shanum menghela napas, menenangkan diri. "Hanya sampah yang harus dibersihkan, Nek."
1048.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Apalagi memunguti sampah kuaci yang kecil-kecil pakai tangan, pastinya sangat melelahkan. Duh, kasihan sekali. Besok-besok tidak usah bertamu ke rumah anak menantuku lagi jika dalam membuang sampah pada tempatnya saja mereka tidak lulus. Ngakunya lulusan universitas, tapi adabnya tidak ada. Bukankah orang yang beradab itu lebih tinggi derajatnya dari orang yang berilmu?
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

Pria itu melemparnya ke tempat sampah. Pena seharga jutaan itu berakhir mengenaskan seperti sampah. Charles menatap asistennya dengan mata berkilat. Seluruh tubuhnya mengeluarkan hawa membunuh yang kuat. Thomas tersentak. Namun, dia tidak berani bergerak. Dengan wajah menunduk, dia berkata, “Tuan David…” Charles sontak memukul meja dengan keras. “Jangan memanggilnya tuan!! Dia tidak pantas mendapatkan rasa hormat dariku!”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Pembalasan Menantu Sampah

Pembalasan Menantu Sampah

"Dian, ini semua demi kebaikanmu nak. Lihat, suamimu sekarang kerjanya hanya duduk nggak ngapa-ngapain. Daripada memelihara sampah seperti itu, lebih baik kamu ceraikan dia, dan menikah dengan Albert!" "Albert? Bosku Albert? Kenapa mama bawa-bawa nama Bosku?" Dian tampak bingung dengan ucapan Ibunya. Namun, ada satu hal yang membuat Dian marah. "Aku tidak peduli alasan Mama berkata seperti ini, tapi jangan pernah sebut suami aku sampah!" Tiba-tiba saja, Dea menampar anaknya. Plak "Dasar anak durhaka! Cepat ceraikan Ryan atau kamu tidak boleh keluar selangkahpun dari rumah ini!"
1076.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Bu, Aku Menantu Atau Babu?

Bu, Aku Menantu Atau Babu?

Bu Romlah berkata sambil berkacak pinggang. "Sejak aku merasa lelah. Aku lelah kalian selalu menekanku! Aku lelah kalian selalu menyuruh ini itu tanpa melihat keadaanku. Di sini aku menantu tapi serasa babu, kalian juga orang tua dan saudaraku tapi tak pernah mau tahu bagaimana perasaanku!" teriak Maya tak terkendali. Bu Ullah dan Pak Sandi melongo melihat menantunya mengeluarkan uneg-unegnya dengan derai air mata.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 741 kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Kubuang Suami Sampah Pada Tempatnya

Kubuang Suami Sampah Pada Tempatnya

“Lucu kamu, Ven. Bukannya kamu marah-marah dan mendiami Zaki? Bukannya kamu yang masih kesal sama suamimu sendiri? Giliran nggak diajak makan bareng, kok, malah ngambek? Venda, sikapmu kaya anak kecil. Ayolah, Ven. Sebagai menantu, seharusnya kamu pandai mencari hati ke mertua dan ipar. Aku sudah sampai mencium kakimu segala, nyatanya sikapmu masih juga sok. Ternyata, semakin dibujuk, kamu semakin melunjak. Aku angkat tangan sebagai mertuamu, Ven. Capek!” Capek, dia bilang? Ya, ampun. Capekan mana dengan aku yang selama setahun ini jadi tulang punggung bagi anaknya? Banting tulang tanpa hitung-hitungan. Uang hasil jualan hanya bisa jadi modal dan dibuat membayar kebutuhan sehari-hari. Jangan
538.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
AKU INI BUKAN MENANTU SAMPAH

AKU INI BUKAN MENANTU SAMPAH

Suatu hari aku mendengar ibu tengah bergosip di warung sayur, hingga kemudian aku datang untuk membeli beberapa bumbu masak yang kurang, wanita itu berkata dengan lantangnya sambil bekacak pinggang. “Duh saya punya menantu kayak sampah!” ucap ibu kala itu. sontak saja semua orang di sana tercengang, tetapi bukannya meminta berhenti. Mereka malah semakin memancing ibu untuk bercerita banyak hal. “Loh kok bisa,Bu ? Eh, orang cantik gitu, dibilang sampah, bagaimana sih Bu!”
1049.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai aku bukan menantu sampah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status