Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Singkat memang, tapi cukup membuat Anindya kehilangan ritme napas.
Anindya cepat-cepat menarik sumpitnya, menunduk, pura-pura sibuk mengaduk mie di mangkuknya. “Lihat, ‘kan, nggak seburuk itu,” katanya gugup, mencoba menutupi gemetar kecil di suaranya.
Arvendra menahan tawa, menyandarkan siku di meja, dagunya bertumpu di tangan. “Kamu grogi ya?”