Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Di sana, di samping lemari arsip, berdiri sebuah mesin penghancur kertas (paper shredder) ukuran industri.
Jantungku berhenti berdetak.
"Mas... Mas mau ngapain?"
Arjuna menekan tombol ON. Lampu indikator mesin menyala hijau. Mesin itu berdengung halus, lapar menunggu mangsa.
"Mas! Jangan!" seruku, melangkah maju hendak merebut amplop itu.
Tapi Arjuna lebih cepat.
Tanpa membuka amplopnya, tanpa repot-repot membaca CV yang kubuat dengan sepenuh hati, dia memasukkan ujung amplop itu ke mulut mesin.