Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjadi Istri Gadungan Sahabatku

Menjadi Istri Gadungan Sahabatku

“Apa ada tujuan lain dari pertemuan ini?” “Iya. Kamu juga akan segera tahu.” Aku tersenyum kepadanya. Buah potong disajikan di atas meja beserta minuman hangat. Galang mengambilkan dua piring, satu dia berikan kepadaku. Kami mengobrol dengan santai sambil menikmati buah tersebut. Papa, Galang, dan Keano yang lebih banyak mendominasi pembicaraan.
1018.9K viewsCompletedAdded to Library 586 Times as seni menata buah potong
Show Reviews (10)
Read
+Library
Meina H.
Hai, teman-teman. Terima kasih sudah mampir, juga yang masih setia mengikuti cerita Fayola dan Galang. ♡ Selama bulan April 2023, aku akan menambah satu bab per hari. Jika bisa lebih, pasti akan aku unggah. Bila suka novel ini, sumbangkan gem dan beri komentar, ya. Terima kasih. (。・ω・。)ノ♡
Melisa
Wkwkwkwkkwkk suka kentut. Jadi ingat dlu masih sekolah suka banget kentutin temen...... 1 hal yg aku suka di crta ini krna mereka sangat menyayangi keluarga msing2 sllu support n nikahnya di gereja. Jrg banget baca novel yg nikahnya di gereja selalu ijab kabul
Read All Reviews
Kutukan Mantan Terindah

Kutukan Mantan Terindah

Bau aromatik dari bumbu kecap, mentega, dan irisan bawang merah yang dibakar makin menggoda. Sementara itu, di sisi kanan, para wanita tak kalah sibuk. Sebuah meja lipat sudah dihiasi aneka buah segar: semangka merah menyala, melon, nanas, dan stroberi yang baru dibilas. Zura duduk di kursi lipat kecil, sedang mengatur susunan buah ke dalam wadah mika berlapis daun pandan agar wangi.
106.8K viewsCompletedAdded to Library 244 Times as seni menata buah potong
Show Reviews (10)
Read
+Library
WidiaYuan
kesempatan tak akan datang dia kali van.. kamu pilih bertahan hidup atau hancur hanya itu pilihanmu. kamu mempertahankan egomu maka kehancuran yg kau dapat kalo kamu memilih pilihan yg ditawarkan barra setidaknya kamu masih bisa hidup lebih lama dengan tenang.
Kania Putri
Barra lagi H2C ini wkwkw tapi aq yakin mami rumi gak akan ngamuk kaya singa kalau kamu jelaskan duduk persoalannya karena menemui karina ada maksud dan tujuan yg jelas bukan demi perusahaan aja tapi demi keutuhan keluarga
Read All Reviews
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

ucap Sinta. “Biar Entin saja yang pergi, Nyonya! Sekalian beli beberapa alat kebersihan yang sudah rusak juga! Sama mau beli pupuk buat pohon mangga yang ditanam Mang Pian,” ucap seorang ART yang tengah mencuci buah-buahan. “Ya sudah atur saja, tapi pastikan buatkan menu spesial hari ini! Mumpung menantu saya ada di rumah!” ucapnya.
9.7330.4K viewsCompletedAdded to Library 12.2K Times as seni menata buah potong
Read
+Library
JANGAN NGAKU CANTIK

JANGAN NGAKU CANTIK

jelasnya. "Oh, tolong bawain buah bi potong-potong ya buahnya." perintahnya. "Yang banyak ya bi Lena juga mau." timpalnya, pandangan mereka berdua tetap ke tv. "Siap non!" Bi Minah langsung menyiapkan buah-buahan potongnya ada Apel, Pear, Mangga, Semangka, Melon, Anggur, Strawberry dia menatanya dengan rapih di piring berbentuk oval ukuran besar lalu ia letakkan di meja sofa.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as seni menata buah potong
Read
+Library
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

jawab Matari sopan. “Wah serius banget, ngomongin apa toh? Ini ada buah mangga buat cuci mulut. Nenek udah potongin banyak. Ayo, dimakan,” kata Nenek sambil muncul dengan membawa potongan mangga yang dipotong dengan rapi di piring. ************************************************ “Tadi Nenek dengar sekilas, kalian ngomongin sekolah ya?” tanya Nenek saat mereka hendak tidur di malam harinya.
12.6K viewsCompletedAdded to Library 352 Times as seni menata buah potong
Read
+Library
Dijodohin Bocil

Dijodohin Bocil

ucap Rendi sambil menyerahkan sebuah potongan buah pear. "Terima kasih Rendi" ucap Melati dengan senyum. Melati memakan potongan buah itu dengan perlahan karena harus mengunyahnya sampai benar - benar lembut. Setelah menyelesaikan satu potongan, Rendi segera memotong buah pear yang ada di tangannya lagi kemudian memberikannya ke Melati. Mereka melakukan hal itu sampai pear yang ada di tangan Rendi habis, Abisatya yang melihat interaksi mereka berdua tersenyum lembut.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as seni menata buah potong
Read
+Library
Anak Kembar Sang Presdir

Anak Kembar Sang Presdir

Penjual itu berhenti mendorong gerobak kecilnya, lantas memandang Renata yang terlihat antusias ingin beli. “Waduh, habis buah-buahnya. Hanya tinggal sambal sama mangga muda belum dikupas,” jawab pria tua itu, gurat lelah terlihat jelas dari wajahnya. Evan menghampiri Renata, mendengar jawaban pria tua itu membuat Evan cemas jika istrinya kecewa. “Ga apa-apa, Pak. Mangga muda aja ga papa, asal bisa makan langsung di sini,” kata Renata penuh semangat.
1098.9K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as seni menata buah potong
Read
+Library
BUKIT TENGKORAK

BUKIT TENGKORAK

Deretan buah-buahan siap makan ada di hadapannya seperti, pisang, jambu, labu ia petik lalu satukan dalam kantong perbekalannya. Tak lupa juga ia petik beberapa tanaman yang bisa dijadikan obat-obatan. Ia melanjutkan perjalanan lagi meski matahari telah sangat tinggi hampir sama dengan kepalanya, sebab ia merasakan tak jauh darinya ada beberapa orang yang sedang bergerak. Mengendap-endap Kenanga berjalan memperhatikan siapa gerangan yang sedang berada di dekatnya. Saat itu juga ia tersenyum, ada empat orang pemuda yang sedang menunaikan salat berjamaah.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as seni menata buah potong
Read
+Library
(Gagal) CERAI?

(Gagal) CERAI?

“Mirip naga potongnya?” “Iya, mirip naga!” Mas Bayu mulai memotong mirip naga. Aku menertawainya yang fokus memotong. Dia sampai berkeringat karena mengukir buah. “Begini?” kata Mas Bayu sambil menunjukkan potongan buahnya. “Yah, itu mirip bebek, Mas! Gimana, sih? Aku maunya mirip naga!” Dia mencoba lagi mengulang kembali aksi memotongnya.
10124.9K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as seni menata buah potong
Read
+Library
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

Bahkan sampai tak bersisa! Sambil mengernyitkan kedua alisnya, Shen Yiyi berjalan perlahan menuju ke meja berwarna hitam itu dan meletakkan buah apel merah yang sudah ia potong di sana. Segera setelah piring buah itu menyentuh permukaan meja, tanpa melihat Shen Yiyi, Mu Shenan langsung menyambarnya dan mulai memakan potongan buah itu satu-persatu.
9.8191.8K viewsOngoingAdded to Library 5.4K Times as seni menata buah potong
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status