Menuju Matahari
Wiwien Wintartojaka sembung bawa goloknovel lelaki tak terlihat kayamodel golok kerenrambut pendek lelaki
Pria tua itulah yang barusan berkata-kata dengan suara keras.
“Namaku Ripu, dari Alas Arimo,” katanya, lalu melambaikan tangan ke anak muda di dekatnya. “Dan ini Mong, muridku. Dulu namanya Candrakumala dari Keraton Pasir. Ayo, Mong, lakukan apa yang ingin kaulakukan! Kau pasti gatal ingin mencobanya, kan?”
Pemuda itu nyengir. “Tentu saja, Guru.”
Ia maju setapak, mata mencorong mengamai semua perempuan di depannya.