Takdir Miranda
Tapi, ada saatnya hubungan kami terlihat canggung.
Miranda mengangguk kepalanya. "I see, seperti halnya cermin yang telah retak, ia bisa saja dilekatkan kembali seperti semula, tapi hasilnya tak akan pernah seindah dulu, karena ada bekas retakannya."
Hening beberapa lama. Alex dan Miranda sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Kamu menginap, Mir?"
"Iya. Besok pagi-pagi, aku pingin ke Parangtritis."
Hot Chapters