Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bayang di Balik Kabut

Bayang di Balik Kabut

Bayangan: “Kau membawa darah dua dunia… manusia dan malam. Kau membuka gerbang, maka kau wajib menjawab.” Laras: “Jawab apa?” Bayangan: “Siapa yang akan kau selamatkan saat waktu memilih untuk memisahkan kalian? Dunia… atau dia?” Tiba-tiba tanah di bawah kaki mereka retak. Muncul dua ilusi: satu memperlihatkan desa terbakar dan Laras berdiri sendiri, satunya lagi menunjukkan Senara sekarat di pelukannya, dengan dunia selamat.
902 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai background bayangan orang
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Arga menatapnya dengan pandangan yang serius, lalu mengangkat kameranya. “Boleh saya potret, Bu?” “Tentu.” Klik. Suara rana terdengar lembut, seperti menutup satu bab lama untuk membuka bab baru. Ketika hasil fotonya keluar beberapa hari kemudian, Naira menatapnya lama. Dalam foto itu, dirinya berdiri di tepi pantai, dengan kabut di belakang dan cahaya yang jatuh tepat di bahunya. Tapi yang paling menarik bukan dirinya, melainkan bayangan samar di pasir — seolah ada sosok lain berdiri di sampingnya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai background bayangan orang
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Risa sudah tertidur, Gerry menjaga jendela, sementara Bara duduk di balkon. Liora duduk di kursi seberang, diam. “Aku melihat sesuatu tadi,” katanya akhirnya. “Di langit. Saat semua orang menatap cahaya itu.” “Apa? “Bayangan. Bentuknya seperti seseorang, berdiri di balik awan, menatap ke bawah. Tapi rasanya… itu bukan manusia.” Bara tidak menjawab. Matanya menatap langit yang kini tampak biasa saja. “Mungkin itu cerminan dunia baru. Setiap cahaya butuh bayangan untuk lahir.”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai background bayangan orang
Baca
+Pustaka
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

Dan dari kejauhan, di arah warung Bu Rini, selalu terlihat cahaya lampu redup, seperti lentera yang tak pernah padam. Di dinding belakang, kain merah itu masih tergantung. Namun kini, di bawahnya, ada cermin kecil dengan bingkai kayu. Jika seseorang menatap ke cermin itu cukup lama, bayangan yang terlihat bukan dirinya — melainkan wajah orang lain, dengan senyum yang sangat lebar. Salah seorang dari mereka menjerit dan pingsan.
6815 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai background bayangan orang
Baca
+Pustaka
ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN

Sebuah notifikasi pesan masuk memicu layarnya menampilkan galeri yang baru saja kubuka sebelum makan tadi. ​Mata tajam Azzam tidak sengaja melirik. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Di layar itu, terpampang jelas fotoku sedang didekap erat oleh seorang pria berseragam pelaut. Pria itu mencium keningku dengan tatapan penuh posesif. ​Rahang Azzam mengeras seketika. "Oh, jadi ini laki-laki itu," gumam Azzam dalam hati, suaranya sedingin es.
479 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai background bayangan orang
Baca
+Pustaka
Bayangan Dibalik Cermin

Bayangan Dibalik Cermin

Ruangan itu kosong, kecuali untuk sebuah cermin besar yang terpajang di dinding. “Kenapa ada cermin di sini?” tanya Budi. Rani melangkah maju mendekati cermin. Dia melihat bayangannya sendiri, tetapi kemudian, saat menatap lebih dalam, dia merasa seperti melihat sosok lain di belakangnya. “Eh… ada seseorang di belakangku?” Ketika Rani berbalik, tidak ada siapa-siapa. “Tidak ada,” jawabnya, tetapi hatinya berdebar kencang.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai background bayangan orang
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Tua di Sudut Jalan

Misteri Rumah Tua di Sudut Jalan

Rina merasakan kepanikan mulai muncul, tapi dia berusaha tetap tenang. Ketika mereka mencapai pintu, Rina meraih pegangan pintu dengan tangan gemetar dan membukanya perlahan. Di seberang pintu, di tengah kegelapan, mereka bisa melihat bayangan tinggi berdiri. Bayangan itu tampak seperti sosok manusia, tapi ada sesuatu yang salah. Wajahnya gelap dan tidak berbentuk, dan matanya tampak seperti dua lubang hitam yang dalam.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai background bayangan orang
Baca
+Pustaka
Hati Sang Bayangan

Hati Sang Bayangan

Bahkan jika tidak melihat jam secara pasti, Helena pasti berpikir bahwa ini sudah pagi. Saat Helena sedang asik menikmati pemandangan serta cuaca sore di balkon, pintu kamar mandi terbuka dan keluar seorang lelaki setengah bertelanjang dada. Laki-laki berambut putih bagaikan awan itu mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk dan melangkah mendekati balkon tersebut. Helena sama sekali tidak menyadari kedatangan pria yang mendekatinya sampai kedua tangan besar memegang pagar pembatas balkon yang membuat Helena terapit di tengahnya. “Sepertinya kau menyukai pemandangannya,” pernyataan sederhana dari suara baritone sontak membuat Helena terkejut setengah mati.
922 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai background bayangan orang
Baca
+Pustaka
Rahasia Sang CEO: Istri dalam Bayangan

Rahasia Sang CEO: Istri dalam Bayangan

Cahaya lampu lorong apartemen menerobos masuk, memperlihatkan bayangan tinggi seseorang yang berdiri di ambang pintu. Bayangan itu diam, hanya berdiri di sana, tidak bergerak, tidak berkata apa-apa. Alya mencoba fokus, tetapi matanya tidak bisa menangkap detail wajah orang itu karena cahaya di belakangnya terlalu terang. "Siapa kamu?" Alya mencoba berkata, suaranya terdengar serak dan nyaris tidak keluar. Tidak ada jawaban. Bayangan itu hanya sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, seperti sedang mengamati Alya dengan intensitas yang membuat jantungnya semakin berpacu.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai background bayangan orang
Baca
+Pustaka
Bayang Di Balik Cermin

Bayang Di Balik Cermin

tanya Lana. Arya menelan ludah, wajahnya tampak pucat. "Ya. Suatu malam, saya melihat bayangan wanita berdiri di belakang saya melalui cermin itu. Ketika saya menoleh, tidak ada siapa-siapa. Tapi bayangan itu tetap ada di cermin, menatap saya." Farah merasakan bulu kuduknya meremang. "Apa yang terjadi setelah itu?"
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai background bayangan orang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status