Terbelenggu Takdir
“Tuh ada telepon, sana angkat!”
Daksa terpaksa mengalah, dan akhirnya mengangkat telepon rumah yang berbunyi. Sementara Natya hanya bisa memperhatikan mereka, dan menurut begitu Adira menariknya untuk duduk di atas karpet. Adira mengeluarkan berbagai jenis permainan seperti UNO stacko, monopoli, bahkan PSV.
“Ayok kita mainin semuanya, Mbak. Abis ini kita nonton film! Oh ya, aku juga mau nyoba dandanin Mbak kayak idol Korea gitu. Mau ya, Mbak?”
Hot Chapters