Suami Warisan
panggil Rengganis menyusul Narendra, “apa yang terjadi?”
Napas Narendra masih tersengal, dia belum bisa mengucapkan kalimat saking shocknya. Ada sirat ketakutan dalam manik matanya.
“Hey, ada apa?” tanya Rengganis ikut panik, dia menghampiri Narendra dan menyentuh wajah suaminya, “bicara padaku, Naren.”
Narendra menelan ludahnya, dia mengerjapkan matanya beberapa kali berusaha fokus, “Sa-saya… tidak bisa menemukan merah delimanya. Airnya… arusnya terlalu kuat, saya tidak bisa melihat apa-apa…”