Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Tangannya tidak gemetar. Kalimatnya sederhana: “Hari ini aku berani, bukan karena aku kuat—tapi karena aku jujur.” Ia menatap tulisan itu. Lalu melangkah mundur. Anggi berdiri di sampingnya. “Bangga?” tanyanya. Rafa mengangguk pelan. “Bukan karena tampil,” katanya. “Tapi karena aku nggak maksa diri aku.” Anggi merangkul bahunya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Suasana jadi haru, tapi penuh cahaya. Anya berkata: “Aku tidak akan biarkan rasa takutku menghentikan langkahku lagi.” Hari ke-42 ini menjadi tonggak bagi Anya. Ia belajar bahwa keberanian bukan hanya kata-kata, tapi keputusan. Dan hari ini, Anya memutuskan untuk berani—meski masih ada gentar, meski masih ada air mata. Karena ia tahu, keberanian bukan berarti tak takut. Keberanian adalah terus berjalan, meski takut masih berdampingan.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Owned by The Don

Owned by The Don

tanyanya pelan, berbahaya. “Bianca Costanza. Aku bukan siapa-siapa, hanya… seseorang yang tidak takut pada bajingan,” jawab Bianca tak gentar. “Keberanianmu sungguh menarik. Tapi keberanian seperti itu sering kali membuat seseorang hancur mengenaskan.”
965 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

kata Byakta dengan tega. Lovie terdiam. "Aku tidak berani pergi sendiri," rengek Lovie. Yasa yang melihat itu menghela napas. Dia sangat mengenal Lovie. Lovie memang tidak berani berjalan sendiri di tempat umum. Byakta berdecak. "Dasar manja!" kesal Byakta dan berdiri. Lovie menatap Yasa. "Tidak apa kami meninggalkanmu sendiri?" tanya Lovie tak enak hati.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
HOT NIGHT

HOT NIGHT

"Pikirkan Geby! dia cuma seorang wanita dan sekarang sedang sendirian, pikirkan juga ketujuh anak-anaknya yang tidak tahu apa-apa! Aku akan tetap pergi!" "Ini bukan main-main dan kau cuma punya satu nyawa untuk pulang pada keponakanku!" tegas Jeremy ikut menolak. "Aku akan tetap pergi!" Brandon Lington tetap tidak memiliki rasa takut. Tolak ukur keberanian seseorang bisa dilihat dari rasa takutnya, semakin individu memiliki rasa takut yang kecil maka keberaniannya akan semakin besar. Bahkan Jared Landon tidak bisa menerka bagaimana isi kepala Brandon berjalan. Brandon bisa benar-benar kehilangan nyawa dan mereka tetap tidak mend
10872.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.3K kali sebagai Berani
Tampilkan Ulasan (72)
Baca
+Pustaka
Redmi Tri
sukak dgn KK Jemy Krn konsisten dgn ide cerita jd dr awal sampe ending gak ada yg rancu. biasanya kalo novel ongoing kan suka berubah di tengah2 cerita. tp kalo karya othor ini udh kayak novel cetak. d'best lah
Violetta
baru selese baca ulang lagi... si Dom ketemunya sama Jared pas Ane usia 2 thn ya... kan di cerita Dom pas ninggalin Amanda lagi hamil itu Dom belum tau siapa dia sebenernya... masih jadi Even ya jadi kan seharusnya Sisi umurnya sama kek Ane kok malah seumuran Jeny sihh??? aku bingung hwaaa
Baca Semua Ulasan
Berebut Pantas

Berebut Pantas

tanya Varen sembari membawa secangkir kopi untuk Satria, karena saat ini Satria berada di rumahnya dan akan menginap. “Aku cinta kamu, tapi aku malu,” ucap Satria mengulang isi pesan dengan ekspresi tak berdosa. “Konyol sekali kau, Sat! Ternyata benar kata pepatah, cinta bisa membuat jadi gila. Tepat seperti kau saat ini.” Varen geleng-geleng kepala, lantas menyeruput kopi miliknya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Satria.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
KAMILA : Kesabaran Menembus Batas

KAMILA : Kesabaran Menembus Batas

Neneknya yang terbaring di kamar, juga sangat cemas mendengar kericuhan karna suara Utari. "Tunggu saja kamu, ya, gadis kampung! Urusan kita belum selesai!" Utari menatap tajam pada Kamila, dan melontarkan kalimat ancaman padanya. Sorotan matanya, tampak seperti seekor singa lapar. Gadis yang tak tau sopan santun itu, menghentakkan sebelah kakinya, dan pergi meninggalkan rumah Kamila. ---
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Sudut mulut Reyhan bergerak-gerak seolah-olah sedang tersenyum, tetapi juga seolah-olah sedang meminta maaf. "A ... aku minta maaf .... Aku ingin melindungimu selamanya, tapi nggak kusangka …. Aku malah menyeretmu …." "Ini bukan salahmu …" jawabku dengan mata yang berkaca-kaca. "Akulah yang sudah salah mengambil jalan." "Abella .... Kalau ada kehidupan kedua, jangan pernah menginjakkan kakimu di rumah Keluarga Gredi lagi."
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status