Istri Super Jorok
Aku memuji mulutku yang lancar melawannya.
Dia memicingkan mata melihatku.
"Apa ada jin di badanmu, kau tidak seperti Marni yang kukenal."
"Aku berubah sesuai yang Mas inginkan. Mana tau, sebentar lagi aku juga akan jadi atlet."
"Aku tak setuju."
"Baiklah, tak apa. Ayo, antarkan aku ke mall, beli baju olahraga."
"Ke mall?" Dia bertanya tak percaya. Aku hanya mengangguk bodoh.