KEMBALINYA SANG RATU
kata Lao Chen sambil menunjuk ke ladang, “setiap butir padi di sini tumbuh dari ketiadaan, dari kekosongan yang kita sebut angka nol. Nol itu bukanlah kehampaan, melainkan titik mula dari segala kemungkinan. Ketika tanah ini menyatu dengan api, air, dan angin, maka nol itu tumbuh, membentuk kehidupan yang membahagiakan. Begitu pula dengan peradaban kita—dari kekosongan, kita bisa mencipta harapan.”
Lintang terdiam, merenung. Ia mengerti bahwa angka nol yang dulu selalu dianggap kosong, kini telah berubah makna. Nol itu adalah ruang bagi penciptaan, sebuah metafora bagi kekuatan yang muncul dari ketiadaan. “Itulah yang kuimpikan, Lao Chen,” ujarnya pelan, “sebuah dunia di mana setiap manusia,