Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ada Hantu Di Ujung Jalan

Ada Hantu Di Ujung Jalan

Jaka adalah remaja biasa, seperti halnya anak laki-laki lain seusianya. Perceraian orang tuanya membuat hari-harinya dipenuhi dengan rasa kesepian dan keheningan. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawanya. Bingung dan kehilangan arah, jiwa Jaka terperangkap di sebuah persimpangan antara dunia orang hidup dan kematian. Namun, Azrael - Sang Malaikat Kematian, menyampaikan bahwa Jaka belum bisa melewati gerbang akhirat karena masih ada satu keinginan duniawi yang belum terselesaikan dan menahan jiwanya. Dalam perjalanannya untuk menyelesaikan urusan yang tertinggal, Jaka bertemu dengan teman-teman tak terduga — Dimas, Sisil, Briga, dan Awan — masing-masing dengan cerita, luka, dan kekuatan mereka sendiri. Akankah Jaka akhirnya mampu memasuki pintu akhirat dengan bantuan teman-temannya? Atau haruskah ia terjebak selamanya di antara batas kehidupan dan kematian?
Lainnya
839 DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Suara Hantu di Kamar Tamu

Suara Hantu di Kamar Tamu

Awalnya rumah tangga Radit baik-baik saja, hingga munculnya teror hantu di kamar tamu. Karena penasaran akan sosok hantu yang diceritakan anak-anaknya, Radit memutuskan memasang kamera CCTV. Akan tetapi, hasil rekaman CCTV itu sungguh Radit tercengang. Ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi? Simak kisahnya!
Rumah Tangga
1023.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

Sinopsis Novel: "Pendekar Buta dari Lembah Hantu" Desa Lembah Hantu adalah tempat yang tenang, hingga suatu hari ancaman kegelapan mulai membayangi penduduknya. Seorang pendekar buta bernama Arif muncul sebagai pahlawan yang tak terduga. Meskipun kehilangan penglihatan, Arif memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa dan indra yang tajam, menjadikannya satu-satunya harapan untuk melawan kegelapan yang datang. Arif ditemani oleh dua sahabat karibnya: Lila, seorang gadis pemberani dengan tekad kuat, dan Danu, pemanah ulung yang selalu siap di medan perang. Bersama-sama, mereka menemukan sebuah artefak kuno yang disebut Artefak Terang, senjata misterius yang konon mampu mengalahkan kegelapan. Ancaman datang dari Penguasa Kegelapan, makhluk kuat yang memiliki kekuatan untuk memanipulasi kegelapan dan mengirim makhluk-makhluk jahat untuk menghancurkan desa. Arif dan teman-temannya harus berjuang melawan makhluk-makhluk ini, sambil berusaha menemukan cara untuk mengaktifkan kekuatan penuh dari Artefak Terang. Dalam perjalanan mereka, Arif tak hanya menghadapi musuh dari luar, tetapi juga berjuang dengan keraguan dalam dirinya. Meskipun tanpa penglihatan, ia harus belajar untuk memimpin, mengatasi rasa takut, dan menggunakan kemampuannya untuk melindungi desa dari kehancuran. Ketiganya menghadapi berbagai pertempuran sengit, termasuk konfrontasi terakhir yang epik melawan Penguasa Kegelapan di Hutan Kegelapan. Dengan keberanian, kerja sama, dan pengorbanan, Arif, Lila, dan Danu berhasil menggabungkan kekuatan mereka untuk mengaktifkan Artefak Terang, mengusir kegelapan selamanya. Desa Lembah Hantu diselamatkan, dan ketiganya diakui sebagai pahlawan yang membawa harapan baru bagi desa yang sebelumnya hidup dalam bayang-bayang ketakutan. "Pendekar Buta dari Lembah Hantu" adalah kisah tentang keberanian, persahabatan, dan kekuatan cahaya yang tak pernah padam, bahkan di tengah kegelapan terdalam. --- Sinopsis ini menggambarkan esensi dari perjuangan tokoh-tokoh utama dalam cerita, menghadirkan petualangan dan aksi yang seru, serta perkembangan karakter yang emosional.
Pendekar
1.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Rahasia di Ujung Telepon yang Dia Kira Tak Kupahami

Pada malam hari jadi pernikahan kami yang keenam, aku tersipu dan menghindari ciuman panas suamiku, Arga, lalu mendorongnya untuk meraih pengaman di meja samping tempat tidur. Di dalamnya, ada kejutan yang aku siapkan, alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Aku membayangkan senyum seperti apa yang akan dia tunjukkan saat menemukannya. Namun, tepat saat dia hendak meraih laci, ponselnya berdering. Suara sahabatnya, Omar, terdengar dari gagang telepon, berbicara dalam bahasa Jerman. “Pak Arga, semalam bagaimana rasanya? Apa sofa erotis baru dari perusahaan kita nyaman?” Arga terkekeh pelan dan menjawab dalam bahasa Jerman, “Fungsi pijatnya berfungsi dengan baik, jadi aku tidak perlu memijat punggung Hanna lagi.” Dia masih memelukku erat, tapi tatapannya seolah menembusku, menatap seseorang yang lain. “Hanya kita berdua yang tahu tentang ini. Kalau istriku tahu aku tidur dengan adiknya, mampus aku.” Hatiku serasa ditusuk dengan keras. Mereka tidak tahu kalau aku mengambil mata kuliah minor Bahasa Jerman di perguruan tinggi, jadi aku mengerti setiap katanya. Aku memaksakan diri untuk tetap tenang, tetapi tanganku yang melingkari lehernya sedikit gemetar. Saat itu, aku akhirnya memutuskan untuk menerima undangan dari proyek penelitian internasional. Tiga hari kemudian, aku akan lenyap sepenuhnya dari dunia Arga.
Cerita Pendek · Romansa
13.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
No Apologies, No Regrets

No Apologies, No Regrets

Fedora Smith was done with love. Finished. Buried. Betrayal had ripped out her heart and torched it—her boyfriend of four years and her best friend of twenty-five caught pants down on the very anniversary sheets she gifted him. And their excuses? “You’re not attractive anymore.” “You took too long to marry him.” Fine. If love was a game, she was rewriting the rules. Now, she runs The Bridal Fix, an elite agency providing fake marriages for a steep price—rent-a-bride services for men needing to fool their families, secure an inheritance, or stage the perfect breakup. Fifteen weddings, fifteen divorces—no strings, no mess. Just business. Until Judah Carlstone. He hires her like the rest—one contract, one wedding, one payday. But Judah asks too many questions. Looks at her too long. And when he smirks and says— "Tell me, Fedora… how does it feel to say ‘I do’ and not mean it?" For the first time in years, she has no answer. Because this was never supposed to feel real.
Romance
103.4K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
No Pain, No Gain

No Pain, No Gain

I chase my six-year-old daughter out of the house on a cold winter day. I cut her new clothes to pieces and dirty her dainty little face with mud. Then, I give her all my savings. She looks at me tearfully and reaches out for me, wanting me to hold her. However, I harden my heart and push her away, saying, "Leave! Go to Bowen Group and look for their CEO, Logan Bowen. Show him my death certificate and your DNA test—he'll take you in." She sobs while looking at me. "Don't you want me anymore, Mommy? Let's go look for Daddy together." After a brief silence, I say, "I can't go with you. I lied to him back then to have you." Yes, I'm a liar. I orchestrated everything from meeting Logan, dating him, to ultimately leaving him with his child in my womb. Even the death certificate I've given my daughter is fake. From beginning to end, I've lied to him about everything except our daughter.
Baca
Tambahkan
No Child, No Chains

No Child, No Chains

I was reborn back to 1975, when the child in my womb was three months old. I did not tell anyone and quietly had an abortion. However, I still wrapped cotton around my belly every day, pretending the baby was still there. In my past life, my husband Declan Huxley's childhood sweetheart Jane Patton and I gave birth on the same day. She had a healthy, ordinary baby boy. But my child looked nothing like us—he was mixed-race, with features of the Valorian people. Declan and I were both locals, so there was no way our son could look like this. Enraged, Declan scolded me in front of everyone, accusing me of cheating on him and having a disgraceful affair with a Valorian. No matter how many times I explained, no one believed me, and I became the shameful woman everyone pointed at. Worse still, Declan reported me and handed in some foreign letters he found at home, which led to me being taken by federal agents and sentenced as a spy. I spent ten years in prison, and when I finally walked out, I was nothing but skin and bones. Meanwhile, Declan had climbed the ranks for his so-called loyalty to the country. He held Jane's hand and brought along my real son, Seth Huxley, then threw 500 dollars at me like it was charity. He said, "Back then, Jane was accidentally deceived by someone else and gave birth to that brat. Unlike you, she has a gentle nature and couldn't endure hardship, so I had no choice but to switch your children. "This money is payment for your ten years and your reputation. You have a criminal record, and I already filed for divorce long ago to be with Jane. Seth also thinks you're not worthy of me, so you better take care of yourself." Seth also looked at me with disgust. "Mommy Jane treats me very well, and she's not like you; she's never been to prison. I don't want a mother like you!" When I learned the truth, the fury was so overwhelming that I had a stroke and died in despair. In this new life, I want to see how they plan to scheme against me when the child is already gone.
Baca
Tambahkan
No Cerai No Pisah!

No Cerai No Pisah!

Devon menyodorkan surat cerai tepat ke depan muka Rosa. Pria itu tak terlihat main-main. Pada akhirnya pernikahan yang mereka lalui tidak berhasil meskipun Rosa sudah mencoba sebisanya. Rosa menginginkan Devon. Sangat membutuhkan kekuasaan keluarga Wijaya yang berada di genggaman Devon. Dia tak bisa pergi, tak akan mau. Ketika Rosa tengah memutar otak untuk menunda perceraian ini, tiba-tiba saja petir menyambar Devon secepat kilat! "Ja-jangan mati!!!! Ambulans! Tolong, siapa saja panggil ambulans!" jerit Rosa dengan derai air mata bercucuran. Sementara itu, Devon bergeming di tempatnya. Asap-asap hitam mengepul keluar dari sekujur tubuh dan perickan listrik seperti melompat-lompat di atasnya. Namun bukan itu yang penting. Sebuah suara melengking yang pria itu kenal jelas, merasuki kepalanya dengan kurang ajar. Devon bisa mendengar suara isi pikiran Rosa tanpa sepengetahuan wanita itu. Dan darahnya dibuat mendidih. 'Siapa bilang laki-laki ganteng di dunia ini cuma Devon? Cuih! Manusia macam dia mending bertapa di gunung jadi biksu. Percuma dikasih istri secantik aku kalo matanya nggak dipake,' ujar Rosa dalam hati. Gigi Devon bergemeletuk menahan amarah. "ROSA!!"
Urban
103.6K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
No Ring, No Rights

No Ring, No Rights

Despite a decade of marriage, Simon never once shared my bed, claiming that he had pledged himself to ascetic practices and that it was beneath him. I thought that he suffered from some shameful ailment and guarded his secret like a devoted fool, until my birthday, when I came home to find him entangled with a brothel worker before the floor-length mirror. When I lunged forward in rage, he drove a shard of that broken mirror straight through my heart. When I awoke, I was gripping my phone, its screen illuminating a message Simon had just sent: [I’ll still give you a lavish wedding, but the marriage certificate? That belongs to her.]
Baca
Tambahkan
No Job, No Money

No Job, No Money

Two years after we marry, my husband moves his sister and her family into our marital home. The four of them settle down and refuse to leave. So, I quit both my jobs. I laze around at home all day and splurge on various things. I have so many parcels delivered that they pile up by the door. Occasionally, I ask my husband and his sister for allowance. When the management office sends someone to chase for our maintenance fee, my husband breaks down so loudly that everyone in the building can hear him. He asks me whether I've lost my mind—who will support the family if I don't work? How will we survive without money? Am I going to allow our family to starve? So, it turns out he does know that we'll starve without anyone generating income. Why does he and his sister stay at home and plot to take away all my money, then?
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
123456
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status