Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
UNACCEPTED

UNACCEPTED

Mereka duduk melingkar di atas karpet dengan permainan uno di tengah-tengah mereka. "Giliran gue," ujar Dara penuh semangat. Dara mengamati satu per satu balok uno, memilih balok mana yang akan ia ambil agar uno yang sudah tersusun tinggi itu tidak runtuh. Tangan Dara bergerak mengambil salah satu balok di bagian tengah dengan penuh hati-hati. Namun sayang, perkiraan Dara salah. Uno pun runtuh membuat mereka bertiga menjerit dan tertawa kencang.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as unwittingly
Read
+Library
Kesalahan yang Tak Terhindarkan

Kesalahan yang Tak Terhindarkan

Kebetulan pada saat itu orang tua Ana sedang berada diluar kota dan baru pulang besok lusa. Cukup lama Novan terdiam didalam mobilnya sendiri. Dia menyesali tindakannya dulu, yang berniat untuk mempermainkan Ana. Tapi dia tidak menyesali keputusannya untuk jujur pada Ana, meskipun dia tau itu akan sangat menyakitkan bagi Ana. Meski dia menyadari akan kesalahannya, dia tetap tidak ingin kehilangan Ana. Novan berusaha terus untuk menelponnya, namun nihil Ana sama sekali tidak mengangkatnya. ‘Kamu gila Van, mana mungkin dia akan mengangkat telpon mu,’ pikir Novan.
107.8K viewsOngoingAdded to Library 202 Times as unwittingly
Read
+Library
Menentang Takdir di Bawah Langit Sunyi

Menentang Takdir di Bawah Langit Sunyi

Melainkan pola yang sudah menetap. Titik Sadar Kunci Yan menemukan momen kecil namun menentukan, misalnya: Gerakan yang sudah selesai sebelum ia sadar melakukannya Perubahan posisi tanpa ingatan jelas tentang niat awal Reaksi yang benar, tapi terasa asing setelahnya Di titik ini, Yan menyadari: Ia tidak sedang kehilangan kemampuan. Ia sedang kehilangan hak veto.
10723 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as unwittingly
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

selidik Wira tanpa malu. Mendengar pertanyaan sensitif yang dilontarkan Wira seketika membuat wajah Helena memerah karena malu. Ia menunduk dan menggelengkan kepala sebagai bentuk jawabannya. “Jangan menatapku seperti itu, Wira,” tegurnya saat merasakan Wira masih menatapnya penuh selidik. Ia benar-benar malu karena Wira melayangkan pertanyaan yang berhubungan dengan aktivitas intimnya.
9.838.2K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as unwittingly
Read
+Library
Unexpected Feeling

Unexpected Feeling

Lia memotong perkataan Fajar dengan menatap remeh Indira. Fajar mengangkat alisnya "Bodoh di salah satu hal bukan berarti bodoh dalam hal lain, kamu tidak mempelajari psikologi dengan baik. Kalimat yang kamu katakan sudah termasuk dalam kalimat bully, apa kamu nggak tahu kalau itu akan berpengaruh pada mental seseorang? Kamu pasti juga mempelajari jika orang mempunyai kemampuan masing-masing, jadi tidak ada anak atau orang bodoh. Kalau kamu bicara seperti itu berarti kamu lebih bodoh dari Indira, sudah tahu ilmunya tapi tidak bisa menerapkannya sama sekali."
106.1K viewsCompletedAdded to Library 237 Times as unwittingly
Read
+Library
Pria yang Menguntitku

Pria yang Menguntitku

Pelaku tewas menguntit wanita lajang, dan mencoba memasuki rumahnya untuk memperkosainya, saat melawan, korban nggak sengaja membunuh pelaku. Ini hanya termasuk pembelaan diri, bukan sengaja membunuh orang. Tidak ada bagian yang aneh. Aku hanya melawan di saat nyawaku terancam, dan tidak melakukan serangan tambahan, di saat Martinus terluka aku memanggil ambulans dan melapor polisi, semua ini bisa meringankan hukumku. Beberapa hari kemudian, pengadilan mengumumkan aku dibebaskan dengan tidak bersalah.
55.3K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as unwittingly
Read
+Library
Unknown

Unknown

Sebab nafsuku benar gila ternyata. Dia sempat menjadi penguasa hati. Aku juga sempat munafik untuk mengartikan rasa ini. Bukan lagi nafsu bila berurusan dengan hati. Harusnya aku tidak banyak gengsi. Karna yang harus di lakukan oleh manusia waras adalah syukuri atas apa yang Tuhan beri. Jangan banyak berasumsi dengan hal yang bersifat fiksi, kamu hanya akan terperangkap di ruang imajinasi. Itu kata risalah hati.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as unwittingly
Read
+Library
Unexpected Surprise

Unexpected Surprise

Setelah sekian lama lagi-lagi mimpi aneh itu menghampirinya. 'Pergi dan menjauh lah! Disini bahaya, hiraukan saja aku!' 'Jangan! Ametta!' Kepingan-kepingan ingatan bersarang dalam benaknya, ada anak laki-laki yang mengusirnya agar tak tertimpa pohon; dan diakhir tiba-tiba seruan seseorang menyebut nama gadis yang tak diingatnya siapa itu. Allura bergerak gelisah.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as unwittingly
Read
+Library
Happiness is Unwanted

Happiness is Unwanted

"Apa otakmu sudah tidak bekerja lagi sampai mau menikah dengannya? Terlebih pernikahan mu terkesan dadakan! Kau tidak sedang hamil anaknya kan ?" Ingin rasanya Audy menjahit mulut sahabat nya itu, yang ngomong asal berkicau seperti burung beo. "Apa diotakmu tidak ada alasan lain?" "Oh maaf, hanya itu yang terlintas." "Aku masih waras, tentu saja aku tak mungkin melakukan hal konyol itu. Shinta tertawa pelan, " Syukurlah." Ucapnya menepuk pundak Audy.
9.99.5K viewsOngoingAdded to Library 305 Times as unwittingly
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status