Adit dan Tia
gerutuku dan berniat meninggalkan Adit.
"Tia," katanya dan menahan tanganku.
"Gak bicara apapun, cuma tanya aku teman kamu apa bukan," kataku asal dan setelahnya melepaskan tangan Adit dan masuk kedalam rumah lagi.
Mengabaikan Adit yang mungkin saja marah, karena aku juga las membahas maslah tidak penting tadi, masa iya aku harus ngomong apa yang tadi kami bicarakan, hal yang hanya akan membuat aku malu saja. "Bisa mengontrol Adit? Ciihhh." Kataku lagi dan benar-benar tenggelam dalam drama Drakor yang aku tonton.
Hot Chapters