KAKEK TUA itu SUAMIKU
Aku membenarkan ucapan dokter, memang saat ini pinggangku terasa sangat pegal, beruntung aku tidak terluka parah.
"Dokter, apa ada obat untuk perutku yang mual?" tanyaku kemudian. Dokter tersenyum menatapku sementara suamiku terus saja menggenggam erat tanganku sedari tadi.
"Itu efek kehamilan Bu, nanti akan saya beri obat pereda ya, bukan penghilang karena memang tidak ada obatnya."
"Suster, pindah pasien ini ke ruang perawatan ya!"