Dada Malam, Nafas Pagi
"Hanya itu yang perlu kau ingat. Jangan pernah lihat orang lain, Kania. Bahkan Lena. Kau boleh melindunginya, tapi fokusmu adalah aku."
Kania tersenyum. Ia tahu, di balik ancaman itu, Arsa meminta jaminan. Jaminan bahwa Kania tidak akan pernah meninggalkannya, demi anak yang kini menjadi tanggung jawab mereka.
Selama sisa perjalanan malam itu, Kania menguraikan peta, sementara tangan Arsa secara posesif menekan paha Kania, sebuah sentuhan konstan yang menegaskan kepemilikan. Arsa menggunakan sentuhan itu untuk memastikan Kania tetap fokus padanya. Itu adalah komunikasi posesif tanpa kata di tengah isolasi mobil yang sunyi, ikatan yang jauh lebih kuat daripada tali nilon mana pun.
Hot Chapters