Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Reincarnator From The Past

Reincarnator From The Past

gumam Mileena pada dirinya sendiri, satu tangannya secara refleks menyentuh perutnya yang besar. Saat Mileena berjalan pelan menuju cermin besar di sudut kamar, dia merasakan perutnya yang terasa lebih berat dari biasanya. Langkah-langkahnya terasa lebih lambat dan hati-hati, seolah-olah tubuhnya tahu bahwa sesuatu yang besar sedang mendekat. Ketika dia akhirnya sampai di depan cermin, Mileena memandang pantulan dirinya—wajah yang sedikit pucat namun masih memancarkan kecantikan alami, dan perut yang membesar dengan jelas menunjukkan tanda-tanda kehidupan di dalamnya.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai perut melilit
Baca
+Pustaka
Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

Velia buru-buru berlari ke wastafel, menunduk, lalu muntah pelan. “Velia!” Radit panik, segera memegang bahu istrinya. “Hei, kau kenapa? Masih pusing? Atau belum sembuh dari masuk angin kemarin?” Velia menggeleng pelan sambil menghapus bibirnya dengan tisu. “Aku gak tahu, cuma… tiba-tiba perutku rasanya bergejolak.” Radit menarik kursi dan membantu Velia duduk. “Kau harus ke dokter. Aku gak mau ambil risiko.”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai perut melilit
Baca
+Pustaka
Aku Menahan Bom dengan Perut Hamil, Dia Pun Menggila

Aku Menahan Bom dengan Perut Hamil, Dia Pun Menggila

Bersamaan dengan itu, para pengawal keluarga bergegas datang, mengangkat senjata, dan menutup semua akses. Krisis pun berakhir. Namun, aku merasakan dengan jelas, gerakan di dalam perutku perlahan menghilang. Darah hangat mengalir deras dari luka robek di punggungku. Tubuhku gemetar tidak terkendali. Di dalam perutku masih ada bayi yang sudah berusia delapan bulan. Aku ingin mengulurkan tangan untuk melindungi sesuatu, tetapi pandanganku menggelap, dan tubuhku langsung terjatuh.
13.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 541 kali sebagai perut melilit
Baca
+Pustaka
Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

Madeleine memilih tidak membalas. Ia mengatur napas pelan sambil berusaha mengurangi setiap gerakan tubuhnya. Tali tebal yang melilit erat perutnya membuat rasa kram datang semakin sering. Setiap kali ia bergeser sedikit saja, tekanan pada perutnya bertambah kuat hingga membuatnya harus menggigit bibir menahan nyeri. Bertahanlah... Nak. Apa pun yang terjadi, jangan menyerah sekarang.
9.446.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai perut melilit
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
unknown
author.. tolong dong bangun lagi karakter tegas madeleine kaya di awal.. masa madeleine jadi lunak bgt semenjak bucin sama lucas. masa dia calon ratu diem aja di bully bangsawan rendah di depan mata .. kalo bukan madeleine, paling gak lucas lah tegas sama yg hina istrinya.. huu poor madeleine.
ani
author, saat ini novelmu yg bikin sy semangat beli koin,, asli,, sumpah,, jangan mandeg di tengah jalan ya,, kasih keterangan donk sekedar memberi kabar di komentar kayak beberapa waktu lalu.. biar tdk menggantungkan harapan readermu ini... kl soal reader srg kritik2 alur pasti author sdh kebal kan?
Baca Semua Ulasan
Suara Aneh dari Kamar Mas Duda

Suara Aneh dari Kamar Mas Duda

Perut bagian bawahnya yang semula melilit karena nyeri datang bulan, kini mendadak bergolak hebat. Ada sensasi panas yang merayap naik dengan sangat cepat dari hulu hati menuju pangkal tenggorokan. Nayra memejamkan matanya rapat-rapat, mencoba menelan ludah berkali-kali untuk menekan gejolak tersebut, namun usahanya sia-sia. Perutnya seperti diremas dengan paksa dari dalam. Hoeekkk... hoeeekkk... "Sayang?!" Arga tersentak kaget.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai perut melilit
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Suamiku

Ranjang Panas Suamiku

Perutnya melilit tanpa ampun hingga ia harus berpegangan pada wastafel agar tidak kehilangan keseimbangan. "Kenapa bisa begini?" gumamnya panik. Beberapa menit sebelumnya ia masih merasa baik-baik saja. Ratih kembali mengetuk pintu. "Mau Mamah panggil dokter?" "Tidak usah!" sahut Aurelie cepat. "Mungkin cuma salah makan." Namun, belum selesai berbicara, rasa mulas itu kembali menyerang. "Aduh ..." Di ruang makan, suasana berubah sedikit canggung. Suara kentut Aurelie cukup kencang sampai membuat Surya kehilangan muka. Pria tua itu meletakkan sendoknya perlahan.
1080.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai perut melilit
Baca
+Pustaka
Calon Ibu Mertua Sungguh Menggoda

Calon Ibu Mertua Sungguh Menggoda

"Perut bagian bawahku terasa agak berat dan nyeri." Aku memeriksa bagian dalam dengan hati-hati, mencoba melihat apakah serviksnya sudah melebar. Karena kurang yakin, aku masuk keluar beberapa kali. Tak disangka, wajah Melly semakin memerah. Lapisan tipis keringat menutupi kulitnya yang putih dan halus. Bahkan terdengar rintihan pelan yang tertahan, "Uhm..."
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai perut melilit
Baca
+Pustaka
Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

Dibimbing Jadi Istri Dosen Pembimbing

"Mulas?" Mita hanya mengangguk. Perutnya terasa begitu melilit, mulas seperti ingin buang air besar. Pertama hanya terasa mulas sebentar, kemudian rasa itu hilang. Namun, tidak berapa lama, rasa yang sama datang kembali, membuat Mita tidak lagi meringis, tapi sekaligus mendesis. "Sudah sejak tadi atau baru saja?"
1033.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai perut melilit
Baca
+Pustaka
Saat Matanya Terbuka

Saat Matanya Terbuka

Dia segera meletakkan ponselnya ke samping dan berlari ke kamar mandi. "Ugh ...!" Elliot benar dan Layla mengalami sakit perut yang parah. Pada tengah malam, dia keluar dari kamar mandi dengan wajah sepucat hantu. Dia berjuang untuk merangkak ke tempat tidur. Kedutan di perutnya terasa semakin parah saat dia berbaring. Dia menyadari bahwa dia mungkin menderita keracunan makanan.
9.54.8M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152.3K kali sebagai perut melilit
Tampilkan Ulasan (1744)
Baca
+Pustaka
Juli Anty
ceritanya bagus bgt good job author cm skrg kami dipersulit utk membaca tiap bab nya sedangkan novelnya ribuan bab kpn kami selesai baca klo poinnya makin kecil pdhl udh ntn iklan byk tp gk bisa buka bab please author tlog dipermudah ya biar kami makin semangat membaca novel ini maaf ya author ......
Syamsiah
greget bacanya karna panjang sekali,mau berhenti tapi isi ceritanya selalu bikin penasaran.aku tidak percaya ini sudah hari ke 25 aku membaca novel ini... sedangkan novel yang dibukukan setebal kamus bahasa inggris bisa ku selesaikan baca nya dlm waktu seminggu. novel ini bagus banget tiap bab nya...
Baca Semua Ulasan
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Tili meyakinkan, tapi suaranya sendiri sudah bergetar. Tili ingin terus menyangkal, tapi telah terpandang olehnya perban yang membebat lengannya, juga rasa nyeri yang semakin menyebar. Nyata, rasa sakit yang saat ini menerpa tubuhnya adalah nyata. “Tapi itu …” Tili meraba perutnya, dan gundukan hangat itu tidak ada. Sekali lagi, Tili mengelus, dan tetap tidak ada. Perutnya rata, seolah tidak pernah ada apapun di sana.
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 673 kali sebagai perut melilit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status