Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Numpang Memandikan Jenazah

Numpang Memandikan Jenazah

Maya Har
Melia merasakan banyak keanehan setelah tinggal di rumah mertuanya. Beberapa kejadian di luar nalarnya membuat Melia merasa takut dan tak nyaman untuk tinggal lebih lama. Ia selalu meminta Arya untuk segera pindah. Kejadian apa saja yang membuat Melia merasa tidak nyaman? Bagaimana ia menghadapinya? *****
Horor
101.9K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Teman Sekamar Selebriti (Indonesia)

Teman Sekamar Selebriti (Indonesia)

Deedein
Seluruh daratan Italia tahu bahwa Benjamin Marchetti adalah aktor paling panas dan seksi, tetapi tidak ada yang tahu jika pria itu ternyata sudah menikah dengan Abigail Russell, jurnalis yang menulis artikel tentang hubungan Benjamin dengan lawan mainnya di film. Hal itu juga, yang memicu pernikahan Abigail dan Benjamin ada di ujung tanduk.
Romansa
1.4K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Menantuku Selalu Menyembunyikan Makanan di Kamarnya

Menantuku Selalu Menyembunyikan Makanan di Kamarnya

Azu Ra
Nina adalah seorang menantu yang zalim pada Bu Ami, mertuanya sendiri. Dia amat kikir dan suka menikmati makanan di kamar tanpa berbagi pada mertua dan adik-adik iparnya. Sementara sang suami, Wahyu bekerja di luar Kota hingga tak tahu perbuatan istrinya yang buruk itu. Bahkan Nina berselingkuh dengan teman kerjanya sendiri, Joko. Sampai dia bercerai dengan Wahyu dan meninggalkan anaknya sendiri, Adel. Tapi sayang, Joko bukan orang baik dan Nina harus kembali bercerai setelah anaknya dari suami keduanya itu lahir. Nina pun pergi dari kampung tersebut, namun kembali setelah dua puluh lima tahun kemudian bersama anak dari Joko, yaitu Genta. Nina mencintai anak lelakinya dengan sangat, tapi tidak pada anak pertamanya, Adel. Bahkan dia tidak ingin mengakui darah dagingnya tersebut. Sampai di mana, Retno, menantunya sendiri yang tak lain istri Genta memiliki sikap buruk seperti dia di masa muda, dan membongkar kejahatan Nina selama ini hingga membuat Genta kecewa pada ibunya. Nina pun ditinggal oleh Genta dan Retno, pada akhirnya Nina menyesali segala perbuatannya pada Adel terlebih pada mantan mertuanya, mendiang Bu Ami. Nina benar-benar menuai apa yang dia tanam selama ini.
Historical
103.8K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia

Aku seorang janda. Malam itu, dalam keadaan setengah sadar, aku berniat pergi ke kamar mandi, tapi aku menemukan pintu kamar putraku yang berusia 18 tahun sedikit terbuka. Dari dalam, terdengar suara napas terengah-engah yang samar ….
Cerita Pendek · Gairah
20.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Hubungan yang Tidak Jelas

Hubungan yang Tidak Jelas

“Kamu cepat ya, aku tidur dengan ibu angkatmu, tadi beralasan ke kamar mandi untuk datang ke sini.” Sahabat ibu angkatku pernah melihat kekuatanku, malam hari dia diam-diam masuk ke kamarku. Wajah cantiknya memerah karena malu dan berseri-seri, tatapan matanya memikat hingga bisa meneteskan air. “Bibi Nia, kamu .…” Tubuhku kaku dan sedikit bingung, Bibi Nia sudah berlutut menelusuri kasur, membuka mulutnya dan mendekat ke sana.… Sedangkan ketika aku mendongak, melalui celah pintu tepat terlihat mata ibu angkatku yang terbelalak.
Baca
Tambahkan
Si Bodoh Yang Mirip Cinta Pertamaku

Si Bodoh Yang Mirip Cinta Pertamaku

Demi uang, aku bersedia menjaga anak orang kaya yang idiot. Tak disangka, selain harus menemaninya ke kamar mandi, malamnya aku juga harus mengenakan gaun tidur yang sexy. Siapa sangka, ternyata si idiot ini tahu begitu banyak gaya….
Cerita Pendek · Gairah
2.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sentuhan Diam di Kereta Kota

Sentuhan Diam di Kereta Kota

Pengakuan seorang wanita muda yang cantik: Suamiku sedang ada urusan dan memintaku untuk menjaga adiknya dengan baik. Aku tidak menyangka adik iparku ternyata seorang mahasiswa olahraga yang energetik. Dia memaksaku ke kamar mandi restoran dan menyuruhku berlutut di lantai untuk mengurus kebutuhan fisiknya.
Cerita Pendek · Gairah
4.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Menikahi Gadis Malam

Menikahi Gadis Malam

"Astaga! Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan pria itu!" ucap Alin saat melihat gerombolan pria sangar berpakaian serba hitam dengan gerakan tegas itu. Alin kini berada di kamar lantai dua, bangunan megah itu. Melihat banyak gerombolan pria itu membuatnya bergidik ngeri, sambil menggigit bibir bawahnya. Ia masih berdiri tegang di samping tirai jendela kaca itu. "Tapi, perjanjian itu sudah terjadi, dan akad akan berlangsung lima belas menit lagi, oh Tuhan!!!" Alin akhirnya kembali ke ranjang king size yang sudah didesain seperti ranjang pengantin dengan sepasang handuk yang di bentuk sepasang angsa di tepian-nya itu. Suara derap langkah kaki yang terdengar semakin mendekat ke kamar itu membuat suasana semakin tegang, matanya pun tampak awas memandangi pintu bercat putih itu. 'Krieek' "Permisi Nona! Kami MUA yang di bayar oleh tuan Rizan untuk merias Nona!" Kini, Alin agak bernafas lega. lalu ia tersenyum getir memandangi tiga orang wanita yang membawa koper make up itu. Bagaimana kelanjutan kisah Alin dan Rizan? Yuk, baca ceritanya sampai tuntas 😊
Mafia
10319 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Malaikat Maut Sang Pelakor

Malaikat Maut Sang Pelakor

Sastra Inema
Siska yang masih terbaring malas tanpa busana langsung menyambar piyama yang tergantung di belakang pintu dan segera memakainya sembarang. "Mas? Apa Mas Arga lupa sesuatu?" Siska segera membuka pintu kamar, berpikir bahwa yang menendang vas bunga tadi adalaha Arga. Namun, dia tersurut ke belakang sa
Lainnya
104.5K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Nikah Kontrak Ketika Hamil

Nikah Kontrak Ketika Hamil

Suara ketukan pintu yang tiada henti berbunyi membuat seorang wanita dengan daster dan rambut acak-acakan itu terpaksa membukanya, namun saat iris coklat itu menangkap sosok lelaki dengan stelan jas hitam, dan tentu saja mata itu semakin membulat kala melihat lekuk wajah yang membuat ia kembali mengingat kejadian malam itu. Mlathi kembali menutup pintu dengan cepat, sebisa mungkin agar lelaki brengsek itu tidak bisa masuk. Namun, wanita dengan kondisi yang sudah mengenaskan itu ternyata kalah cepat. Eric yang tentu memiliki tenaga yang lebih besar, hingga bisa menahan pintu itu agar tidak tertutup. "Hey, aku hanya ingin berbicara padamu mengenai malam itu," sahut Eric sembari terus berusaha menahan pintu berwarna coklat yang telah mulai lapuk. "Tidak ada yang perlu dibicarakan! Aku hanya ingin kau pergi dan jangan ganggu hidupku!" teriak Mlathi terisak. "Tidak bisa! Aku tidak bisa tenang jika aku belum melihat keadaanmu!" ucap Eric keras kepala dan tidak menyerah sebelum ia berbicara empat mata dengan wanita itu. "Kau-" Mlathi menghentikan ucapannya saat ia merasa mual pada perutnya. Tanpa berfikir panjang lagi ia segera pergi ke kamar mandi dan tidak lagi peduli dengan keberadaan Eric. Eric sedikit terkejut ketika melihat apa yang terjadi di depannya, takut jika apa yang ia pikirkan itu terjadi. Dengan perasaan tidak menentu, lelaki dengan rahang tegas itu segera melangkahkan kakinya lebar untuk melihat kondisi wanita yang mampu membuat ia beberapa hari ini tidak bisa tidur dengan tenang. "Apa kau hamil?"
Romansa
1027.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
7891011
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status