Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

Pena Yang Bergoyang Di atas Lembaran Putih DewasaMandiriCinta TerlarangMenantu Tertindas
Alya Pramesti hanyalah seorang gadis desa berusia 19 tahun, yang datang ke kota dengan mimpi sederhana: melanjutkan kuliah, membanggakan ibunya, dan menulis puisi tentang kehidupan. Hidupnya di desa penuh kesucian—senja, doa, dan ladang padi yang menguning. Namun kota ternyata bukan panggung keindahan, melainkan labirin yang keras dan kejam. Biaya kuliah yang menunggak, kos yang hampir jatuh tempo, dan kabar bahwa ibunya jatuh sakit membuat Alya terdesak. Semua lamaran pekerjaan ditolak karena dianggap tak berpengalaman, hingga akhirnya ia berada di persimpangan jalan: menyerah pada mimpinya, atau mengorbankan sesuatu yang paling berharga—kesucian yang ia jaga sejak kecil. Dengan hati hancur, Alya memilih jalan yang tak pernah ia bayangkan: ia rela melepaskan keperawanannya demi bertahan hidup. Malam itu mengubah dirinya selamanya—antara rasa bersalah, kehilangan, dan kenyataan pahit bahwa kota bisa merenggut apa saja, bahkan yang paling suci. Di tengah luka itu, hadir Aditya Mahendra—seorang pria tampan dari kampus, dingin namun romantis, yang mampu membuat Alya kembali merasakan getar cinta. Namun cinta bukanlah pelarian, sebab rahasia kelam masa lalu Alya membayanginya setiap saat.
10892 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Kembaran Terlupakan: Satu Dicintai, Satu Diabaikan

Kembaran Terlupakan: Satu Dicintai, Satu Diabaikan

Di Keluarga Paladin, setiap anak lahir dengan sebuah cip. Cip itu menyatu dengan bio-arloji di pergelangan tangan mereka, layarnya terus menghitung mundur setiap detik dari sisa hidup yang mereka miliki. Semua orang bisa melihat angka di arloji saudara kembarku terus berkurang. Begitu juga di arlojiku. Mereka semua tahu dia akan meninggal tepat di hari ulang tahun kami yang ke-18. Karena itu, Vivian menjadi putri yang tidak tersentuh di dunia kami yang kejam. Semua gaun bertabur berlian menjadi miliknya. Semua perhiasan paling langka juga menjadi miliknya. Bahkan sisa rasa kemanusiaan ayahku yang terakhir juga hanya diberikan untuknya. Sedikit kehangatan yang hanya terlihat saat pistol ayahku sudah disarungkan kembali. Dulu, aku merasa kasihan padanya. Waktunya terus berkurang. Namun, ya Tuhan ... aku juga iri padanya. Dia punya semua yang tidak pernah kumiliki, kasih sayang orang tua kami. Lalu, pada malam pesta ulang tahun kami yang ke-18 .... Orang tuaku khawatir aku akan membuat keributan. Mereka takut aku akan menyinggung bos mafia dari keluarga sekutu kami. Jadi, mereka mengunciku di ruang bawah tanah. Lembap. Dingin. Sementara demam parah membakar seluruh tubuhku. Aku terus menggedor-gedor pintu kayu ek yang berat itu sampai suaraku serak. "Mama, tolong! Keluarkan aku! Tubuhku panas sekali. Kepalaku sakit banget ...." Dari luar, suara ibuku terdengar dingin dan tak tergoyahkan. "Cukup, Lilian! Hari ini ulang tahun adikmu yang ke-18. Hari terakhirnya hidup! Berhenti cari perhatian! Apa kamu nggak bisa menahan diri demi kehormatan keluarga kita?" "Tapi aku benar-benar sakit ...." Suara langkah kakinya makin lama makin menjauh, sampai akhirnya lenyap. Lalu, kegelapan menelanku sepenuhnya. Di pergelangan tanganku, bio-arloji itu terus berkedip dan menunjukkan peringatan darurat. [ PERINGATAN KRITIS: Tanda vital tidak cocok. Data cip yang terhubung tidak kompatibel. Harap verifikasi pengguna. ]
924 viewsCompletedAdded to Library 19 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status