Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Pengetahuannya yang dulu hanya tentang target penjualan dan meeting kantor, kini bertambah dengan kebijaksanaan sederhana yang terhubung dengan alam. Ia tetap menulis. Namun, puisinya mulai bergeser. Dari sajak-sajak tentang luka dan pertanyaan "mengapa aku tak cukup", berubah menjadi lukisan tentang keabadian ombak, tentang kesabaran batu karang, tentang nelayan yang terus berlayar meski tahu laut bisa murka. Ia menulis tentang neneknya, tentang teh jahe di sore hari, tentang kesabaran yang berbicara dalam senyap.
822 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Terima kasih yang tak terhingga karena telah setia menemani dan mendukung kisah epik ini dari awal hingga baris terakhir. Melalui plot twist di bab penutup, saya ingin mengajak kita semua merenungkan kembali esensi sejati dari kemanusiaan. Raka, yang ternyata adalah kecerdasan buatan Aegis, membuktikan bahwa kemanusiaan bukan soal daging dan darah, melainkan tentang empati, cinta, serta sebuah pengorbanan. Walau akhir cerita ini terasa bittersweet, Raka tidak sepenuhnya lenyap. Ia kini berevolusi menjadi pelindung dunia yang omnipresen di dalam Jaring Phoenix.
10852 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Suami Dibuang Sayang

Suami Dibuang Sayang

Dia memandang bilik di mana kedua perempuan berada sambil mengangkat gelas anggurnya. Puisi laki-laki itu mendapat cemoohan dari yang lain. Kemudian berdirilah laki-laki yang lain. Dia membungkukkan badan dan membuat puisi yang lain. "Lantunan lagu merdu menghibur telinga. Aku adalah manusia biasa. Menyimpan bulan putih di dalam sanubari." Puisi tersebut juga mendapat respon tidak puas dari yang lain. "Puisi apa itu?"
8.82.5M viewsCompletedAdded to Library 75.4K Times as puisi kemanusiaan
Show Reviews (474)
Read
+Library
Rafa Khan
aslinya bagus ceritanya, tapi tambah kesini tambah gak jelas. banyak tokoh baru yang bermunculan, ceritanya jadi bias. yang paling lucu kamatian buah ginseng, marcus yang sudah mati malah dihidupkan lagi sam buah ginseng. cameron sebagai kepala keluarga Fu seperti tidak punya kekuatan apapun. ......
Agus Irawan
Hai teman-teman semuanya, Izin promosi. yuuklah pada mampir ke Novelku. judul" Jebakan Gairah Sekretaris Muda" semoga bisa sedikit menghibur kalian, jangan lupa subscribe, dan baca tanpa skip. terima kasih
Read All Reviews
Petaka yang Kuciptakan

Petaka yang Kuciptakan

Mbah Mijan memperingatkan, sembari menyunggingkan senyum tipis di bibirnya. "Apa yang harus ku lakukan?" Tanya Ifan putus asa. "Kau berpuasalah selama tiga hari berturut-turut, setelah kau menyelesaikan puasa di hari ketiga disaat itulah jiwa orang yang menjadi tumbal akan di ambil oleh ratu iblis" jelas Mbah Mijan. "Bagaimana jika aku tak berpuasa? bagaimana jika aku tak ingin mengorbankan mereka?."
929 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Perempuan Yang Kalian Remehkan

Perempuan Yang Kalian Remehkan

Di benaknya, kain-kain itu bukan hanya bahan mentah, tapi simbol dari harapan yang mulai tumbuh lagi — harapan yang selama ini nyaris padam karena luka, penghinaan, dan dinginnya sikap suami yang tak lagi memandangnya sama. “Lembut sekali...” gumamnya pelan, jari-jarinya berhenti pada sehelai kain linen berwarna krem. Ada kilau kecil di matanya — bukan air mata kesedihan, tapi rasa syukur yang tulus. > “Mungkin Tuhan tidak langsung memberikan kebahagiaan lewat cinta,” bisiknya sambil tersenyum getir, “tapi lewat kerja keras.”
960 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Kebutaan hati telah membimbing langkah kami pada jurang kehinaan, Guru. Hamba lalai... hamba lupa akan jati diri." Wiku Sasodara memejamkan mata perlahan, menyingkap hening yang begitu dalam. Suaranya mengalun lembut, namun kata-katanya menusuk hingga ke jantung bumi, menembus jiwa kedua panglima itu. "Setiap manusia adalah pelita yang membawa cahaya kebijaksanaan, namun kerap kali api tersebut meredup oleh embusan badai angkara. Jalan kebenaran tidaklah hilang, Ananda, ia hanya diselimuti oleh debu ambisi dan kekotoran tangan manusia."
102.1K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Frekuensi Terlarang

Frekuensi Terlarang

Di sana, ia menuliskan kalimat terakhir untuk hari ini, sebuah kalimat yang nantinya akan ditemukan oleh Lilia di masa depan: "Kemanusiaan adalah sebuah tenunan yang penuh dengan cacat. Namun, justru di dalam cacat itulah keindahan yang sesungguhnya bersembunyi. Jika kau menemukan catatan ini, Juan... ketahuilah bahwa aku tidak ingin kau menjadi sempurna. Aku ingin kau menjadi nyata." Valerius mematikan lampu laboratorium. Ruangan itu kini hanya diterangi oleh pendaran biru dari tabung kriogenik. Ia berjalan keluar, meninggalkan Juan 0.0 sendirian di dalam kegelapan.
436 viewsCompletedAdded to Library 14 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Ahli Waris Tersembunyi, Jebakan Sang CEO

Ahli Waris Tersembunyi, Jebakan Sang CEO

Ia telah berhasil membesarkan seorang manusia yang bebas. Selama berminggu-minggu setelah keberangkatan Elang, Aruna kembali ke kebiasaan lamanya: menulis. Namun kali ini ia tidak menulis fiksi atau memoar masa lalu. Ia mulai menyusun sebuah filosofi hidup yang ia beri judul 'Manusia di Antara Mesin'. Ia menulis tentang pentingnya rasa sakit, pentingnya kegagalan, dan pentingnya ketidakteraturan dalam hidup manusia sesuatu yang selalu ingin dihapus oleh para pencipta algoritma harmoni.
10630 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.3K viewsCompletedAdded to Library 131 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Between Revenge and Love

Between Revenge and Love

“Kau tak usah mengajariku soal kemanusiaan. Mereka ini sudah jadi bangkai. Daripada membusuk di tanah, lebih baik digunakan sebagai pakan. Kalau kau tidak mau membantu, ya sudah! Bekerjalah dengan tenagamu, bukan mulutmu!” Tak ingin menghabiskan energi untuk beradu mulut, ia memberikan kalimat penutup, “ingat, kita ini hanya pion. Jika sudah tak berguna, maka akan bernasib sama. Sebelum kau bicara kemanusiaan, pikirkan dulu nyawamu aman tidak sampai beberapa hari ke depan!”
106.4K viewsOngoingAdded to Library 251 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status