Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TEROR BEGU GANJANG (Selanjutnya Kau Yang Akan Mati)

TEROR BEGU GANJANG (Selanjutnya Kau Yang Akan Mati)

Dilan
Teka-teki yang harus dipecahkan, tiap huruf penentu kalau kau akan hidup atau mati. Sejak kejadian kala itu, mengajarkan aku berbagai aspek kehidupan. Salah satunya, mencintai dunia gaib hingga masuk ke dalamnya.
Urban
101.5K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Istri yang Kau Doakan Cepat Mati, Kini Jadi Istri Atasanmu

Istri yang Kau Doakan Cepat Mati, Kini Jadi Istri Atasanmu

“Mbak ... aku hamil anak suamimu.” Tes pack di tangannya seperti belati yang menusuk tepat ke jantungku ... garis dua yang kuimpikan selama lima tahun pernikahan. Dadaku sesak, air mata mengaburkan pandanganku. Aku menatap Mas Alvin yang kini masih menunduk, berharap ia akan membantahnya. “Mas … aku mau cerai,” ucapku terbata, suaraku bergetar. Perlahan, ia mengangkat wajahnya. Senyum tipis terukir di bibirnya—bukan senyum dari orang yang pernah kucintai. “Aku nggak bakal ngelepasin kamu, kecuali ... kamu mati.”
Rumah Tangga
689 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Orchid Purpura

Orchid Purpura

Annisabslm
Han Satya Aibek tidak pernah percaya bahwa dunia Purpura itu nyata. Ia hanya percaya bahwa Purpura hanyalah sebuah dunia tempat semua akal sehat tak berlaku, juga bagian dari dongeng pengantar tidur yang diceritakan kakeknya saat ia masih kecil. Namun, kepercayaannya berubah menjadi keraguan saat bulan sabit tiba-tiba menampakkan sinar keungu-unguan bernama Orchid Trabem tepat di hari ulang tahunnya. Ia terbangun dengan sebuah kalung berwarna ungu yang indah berkilauan melingkar di lehernya. Kemudian ia melihat sepasang mata milik adiknya menyala mengeluarkan sinar berwarna ungu Orchid, persis seperti Purpura yang ia tahu. Han tahu ini bukan sebuah mimpi buruk. Namun, ia juga kesulitan untuk menerima kenyataan yang menamparnya. Ini bukan halusinasi sebagaimana yang dipikirkannya selama ini. Banyak hal tak terduga terjadi kepadanya. Termasuk pertemuannya dengan gadis bersurai keunguan dengan sepasang mata berwarna Orchid bernama Elena An dan seorang raja menyebalkan yang mengaku keturunan Thistle, bernama Galen Byakta. Mereka tak sengaja datang untuk sebuah tujuan. Juga untuk menemukan rahasia di balik kelahiran sang Orchid dan ramalan-ramalan yang sudah ada sebelum mereka dilahirkan. Mereka bersama-sama berusaha untuk menyatukan kepingan puzzle rahasia tentang dunia yang tak boleh diganggu keberadaannya. Tak boleh ada yang tahu tentang identitas mereka, terutama identitas Elena sang Orchid. Jika terungkap, itu akan menjadi akhir dan gladi kotor kematiannya. Namun lebih daripada itu, ada takdir lain yang sudah digariskan untuk sang Orchid. Takdir dari sang Lavender yang akan menuntunnya pada pengulangan kisah masa lalu yang berakhir tragis.
Fantasi
102.7K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Kepura-puraan yang Berujung Kejutan

Kepura-puraan yang Berujung Kejutan

Dalam perjalanan merayakan ulang tahun anakku, aku mengalami kecelakaan mobil. Saat terbangun, aku melihat anggota keluarga mengelilingi ranjang rumah sakit, lalu aku bercanda, "Maaf, kalian siapa?" Aku menahan tawa, ingin melihat bagaimana mereka akan menghiburku, si "pasien amnesia" ini. Apakah ibu dan suamiku akan menggenggam tanganku dengan penuh kasih? Atau anakku akan menerjang sambil menangis memanggil Mama? Namun aku tidak menyangka, mereka malah tertegun sejenak, lalu sama-sama menghela napas lega. Ibuku yang pertama kali berbicara, suaranya terdengar lega, "Bagus juga kalau lupa. Sebenarnya kamu cuma anak angkat Keluarga Kurniawan. Bella-lah putri kandung Keluarga Kurniawan yang sebenarnya." Suamiku juga menunjuk ke arahku, lalu berkata pada anak kami, "Kamu seharusnya panggil Tante." Belum sempat aku pulih dari keterkejutan, kulihat anak yang selama ini kulindungi mati-matian, menoleh dan langsung berlari memeluk putri palsu itu. "Mama! Aku seharian tadi main di luar, kangen sekali sama Mama!" Ternyata, amnesia ini malah persis seperti yang mereka harapkan. Kalau begitu, semua yang palsu ini, tidak perlu lagi dipertahankan.
Baca
Tambahkan
Kematian Palsu Suamiku

Kematian Palsu Suamiku

Suamiku meninggal. Di hari peringatan pernikahan kami, dia nekat keluar di tengah hujan lebat untuk membeli kue buatku, tetapi malah tertabrak truk besar. Jasadnya hancur berkeping-keping, bahkan tidak bisa dikenali lagi. Adik ipar menyalahkanku, katanya aku penyebab kematian kakaknya dan tidak layak mewarisi harta suamiku. Mertuaku menangis dan menyebutku pembawa sial, lalu mengusirku dari rumah. Aku tersiksa batin setiap hari, selalu membayangkan bahwa kalau saja aku menghentikannya hari itu, mungkin dia tidak akan meninggal. Akhirnya aku jatuh sakit dan divonis kanker. Di ambang hidup dan mati, mertuaku datang menemuiku. “Dasar bodoh, percaya saja dengan apa yang dibilang orang!” Ujarnya sambil melempar foto keluarga kecil berisi tiga orang. Setelah melihat foto itu, aku langsung sesak napas dan mati dengan penuh amarah. Ternyata, suamiku tidak hanya masih hidup, tetapi juga sudah punya anak dengan pujaan hatinya. Begitu membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika pertama kali menerima kabar kematiannya.
Baca
Tambahkan
Karma Dibalik Kematian Palsu Suamiku

Karma Dibalik Kematian Palsu Suamiku

Di kehidupan sebelumnya, suami dan ibu mertuaku jatuh dari tebing saat memetik jamur di gunung. Aku yang sedang hamil besar mendengar kabar buruk itu langsung pingsan. Karena tak bisa menerima kenyataan, aku melahirkan bayi secara prematur. Setelah beberapa hari koma, seorang tetangga memberitahuku bahwa bayiku kemungkinan tidak selamat dan memintaku untuk melihatnya untuk terakhir kali. Jenazah suami dan ibu mertuaku juga tak ditemukan. Setahun kemudian, keluarga mertuaku mendapat ganti rugi dari proyek pembebasan lahan. Namun, aku yang makan sayuran liar, malah keracunan herbisida dan mendekati ajal. Di saat-saat terakhirku, aku melihat ibu mertua dan suamiku muncul di hadapanku. "Akhirnya kami berhasil menyingkirkanmu. Sekarang menantu dan cucuku bisa masuk ke rumah ini dengan sah." Jane, anak tetangga kami berdiri di sebelah ibu mertuaku, dengan seorang anak laki-laki kecil.
Baca
Tambahkan
Kematian Palsu Adikku

Kematian Palsu Adikku

Ketika surat keterangan lulus universitas tiba, aku malah demam tinggi dan terbaring di tempat tidur. Adikku yang pergi mengambilkan surat itu untukku, malah mengalami penculikan di tengah jalan dan nasibnya tak diketahui, entah masih hidup atau sudah tiada. Orang tuaku memendam kebencian mendalam padaku. Mereka merobek suratku dan memaksaku berhenti sekolah, lalu menyuruhku bekerja di pabrik. Kemudian, aku juga diculik. Setelah berhasil melarikan diri dengan nyaris kehilangan nyawa, aku bersembunyi di sebuah pabrik tua sambil mengirim pesan meminta bantuan pada ayahku. Tak lama kemudian, ayah meneleponku dan langsung berteriak marah, “Sandra Joman! Dasar anak brengsek! Bisa-bisanya kamu bercanda seperti ini di hari kematian Valarie! “Kamu tahu nggak, betapa aku dan ibumu berharap yang meninggal waktu itu adalah kamu!” Detik-detik sebelum kematian, kata-kata hinaan mereka terus terngiang di telingaku. Tubuhku disiksa sampai tak berbentuk lagi, aku meninggal dengan tragis. Jasadku dibuang ke selokan busuk selama tiga hari. Bahkan, ayahku yang seorang ahli forensik senior pun tak bisa mengenali siapa diriku. Ketika adikku pulang bersama pacar yang kabur bersamanya dulu, ayah baru saja berhasil memulihkan wajahku melalui rekonstruksi teknologi. Mereka berlutut di depan jasadku yang telah membusuk, menangis hingga tak sadarkan diri.
Baca
Tambahkan
Suami Memalsukan Kematian Demi Cinta Pertama

Suami Memalsukan Kematian Demi Cinta Pertama

Aku dan suamiku pergi mendaki gunung. Tak disangka, suamiku mati keracunan setelah melahap buah liar yang aku petik. Saat pulang ke rumah, aku langsung didatangi oleh sepasang ibu dan anak. Aku baru menyadari suamiku bukan hanya memberikan mereka rumah dan mobil, tetapi juga terlilit utang dalam jumlah besar. Aku bahkan mengeluarkan semua tabunganku untuk membayar mereka. Demi merawat ibu mertuaku yang sakit parah, aku mengambil tiga pekerjaan dalam satu hari. Aku bekerja dari fajar hingga senja. Bahkan, hanya berani makan nasi putih saja. Pada akhirnya, aku jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit karena kelelahan kronis. Ibu mertuaku meminta dokter untuk menghentikan pengobatanku. Di saat aku sekarat, suamiku datang mengunjungiku sambil merangkul ibu dan anak itu. Dia melemparkan uang sepuluh ribu kepadaku. "Terima kasih sudah merawat ibuku selama ini." Aku baru sadar kalau suamiku memalsukan kematiannya demi bersama cinta pertamanya dan juga anak haramnya. Saat aku membuka mata lagi, aku sudah kembali ke hari di mana aku mendaki gunung bersama suamiku.
Baca
Tambahkan
Luka Yang Kutinggalkan

Luka Yang Kutinggalkan

Dengan kursi roda, aku memasuki aula pesta ulang tahunku yang diadakan oleh Willy. Aula yang tadinya ramai itu langsung hening seketika saat melihatku. Orang-orang yang datang ke sini masing-masing punya tujuan sendiri dan jelas bukan untuk merayakan ulang tahunku. “Itu si Joice, tunangan cacatnya Pak Willy?” “Iya, tapi sebenarnya Pak Willy itu cintanya sama Nona Anna. Barusan aku lihat mereka ciuman di pojokan.” Mereka menutupi mulut dengan gelas anggur sambil membicarakanku dengan seenaknya, mengira aku masih sama seperti dulu, cacat dan tuli. Namun, yang mereka tidak tahu, pendengaranku sudah pulih minggu lalu. Jadi, semua hinaan mereka sudah bisa kudengar jelas sekarang. Dan tunanganku, Willy hanya berdiri di samping tanpa menghentikan omongan mereka. Sepertinya dia lupa, aku jadi seperti ini karena menyelamatkannya. Saat kecelakaan itu, akulah yang mendorongnya menjauh dan aku sendiri tertabrak mobil. Saat aku berhasil diselamatkan, Willy pun bersumpah akan menjagaku seumur hidup. Tapi, hanya waktu tiga tahun saja, dia sudah berubah. Ponselku berdering. “Nona Joice, replika jenazahmu sudah selesai. Mohon balas pesan ini untuk konfirmasi, maka layanan kematian palsu akan langsung aktif. Kami akan mengirimkan jenazah itu ke pernikahanmu dengan Pak Willy dalam lima hari.” Tanpa ragu, aku menekan tombol konfirmasi. Willy, selamat atas pernikahanmu.
Cerita Pendek · Romansa
34.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kenyataan Tak Seindah Bayangan

Kenyataan Tak Seindah Bayangan

"Bu Yvonne, ini adalah layanan kematian palsu yang Anda pesan di tempat kami. Waktu kematian yang dijadwalkan adalah pada hari pernikahan, setengah bulan dari sekarang. Metode kematian adalah bunuh diri dengan melompat ke laut. Orang yang akan melakukan kematian palsu adalah Anda sendiri. Silakan konfirmasi dan tanda tangan di sini." Yvonne mengangguk dan langsung menandatangani di bagian akhir dokumen tersebut. Di jalanan yang ramai, Yvonne berjalan sendirian menuju rumah. Ketika mendongak, dia melihat layar iklan di gedung yang berada tidak jauh dari sana sedang memutar ulang video lamaran Cedric kepadanya.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
89101112
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status