Short
Kepura-puraan yang Berujung Kejutan

Kepura-puraan yang Berujung Kejutan

By:  RubbyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Dalam perjalanan merayakan ulang tahun anakku, aku mengalami kecelakaan mobil. Saat terbangun, aku melihat anggota keluarga mengelilingi ranjang rumah sakit, lalu aku bercanda, "Maaf, kalian siapa?" Aku menahan tawa, ingin melihat bagaimana mereka akan menghiburku, si "pasien amnesia" ini. Apakah ibu dan suamiku akan menggenggam tanganku dengan penuh kasih? Atau anakku akan menerjang sambil menangis memanggil Mama? Namun aku tidak menyangka, mereka malah tertegun sejenak, lalu sama-sama menghela napas lega. Ibuku yang pertama kali berbicara, suaranya terdengar lega, "Bagus juga kalau lupa. Sebenarnya kamu cuma anak angkat Keluarga Kurniawan. Bella-lah putri kandung Keluarga Kurniawan yang sebenarnya." Suamiku juga menunjuk ke arahku, lalu berkata pada anak kami, "Kamu seharusnya panggil Tante." Belum sempat aku pulih dari keterkejutan, kulihat anak yang selama ini kulindungi mati-matian, menoleh dan langsung berlari memeluk putri palsu itu. "Mama! Aku seharian tadi main di luar, kangen sekali sama Mama!" Ternyata, amnesia ini malah persis seperti yang mereka harapkan. Kalau begitu, semua yang palsu ini, tidak perlu lagi dipertahankan.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Wesley, mulai sekarang dengarkan kata Mama, jangan lagi terus dekat-dekat sama Tante."

Jackson menatapku. Di matanya tebersit bayangan samar, tetapi tak terlihat sedikit pun rasa bersalah atau kegugupan. Anakku mengintip dari pelukan Bella, lalu melirikku sekilas dengan hati-hati.

Kemudian, dengan suara jernih, dia memanggilku, "Tante."

Suaranya sangat polos. Kata yang santai itu jatuh tepat ke lubuk hatiku. Jantungku terasa perih.

Bella melangkah ke depan ranjang rumah sakitku, nada bicaranya penuh teguran, "Chloe, aku dan Jackson sama-sama sibuk bekerja, kami minta kamu jaga anak sebentar saja, kenapa kamu nggak bisa melakukannya dengan baik?"

"Untung Wesley nggak apa-apa. Kalau sampai terjadi sesuatu, sanggupkah kamu menanggung tanggung jawab itu? Aku benar-benar nggak tahu apa yang bisa kamu lakukan sebenarnya!"

Begitu ucapannya selesai, ibu kandung yang selama ini selalu kuperlakukan dengan hati-hati, langsung menyahut, "Bella, jangan bicara begitu. Bagaimanapun juga dia bukan darah daging Keluarga Kurniawan. Nggak seperti kamu, sejak kecil sampai sekarang selalu unggul dalam segala hal. Mungkin memang begitulah takdirnya."

Sambil berbicara, dia menghela napas, lalu menggenggam tangan Bella dengan penuh kasih sayang di matanya. Hatiku terasa dingin. Akulah putri kandung Keluarga Kurniawan yang sebenarnya, sedangkan Bella adalah putri pengasuh yang telah merebut lebih dari 20 tahun hidupku.

Dulu, demi membuat putrinya hidup berkecukupan, pengasuh itu menukar kami yang baru lahir. Aku tumbuh di sisinya. Dia sering memukul dan memarahiku. Kalimat yang paling sering dia ucapkan adalah, "Lihat Bella, itu baru nona besar yang sesungguhnya. Kamu bahkan nggak pantas jadi pesuruhnya. Sadar diri dengan statusmu!"

Ketika kebenaran akhirnya terungkap, aku dibawa kembali ke Keluarga Kurniawan.

Kupikir penderitaan sudah berakhir dan kebahagiaan akan datang, tetapi aku tidak menyangka, setelah ibuku yakin aku kehilangan ingatan, dia malah mendorongku pergi dengan semudah ini.

"Chloe, apa kamu dengar waktu aku bicara?" Suara Jackson menarikku kembali dari pusaran kenangan.

Dia berkata dengan nada dingin, "Wesley sendiri sudah bilang, kamu terus melihat ponsel waktu mengemudi, itulah sebabnya mobil menabrak pembatas jalan. Untung dia pakai sabuk pengaman. Kalau nggak, bagaimana kalau terjadi sesuatu? Tante macam apa kamu ini!"

Aku menatap anakku dengan tidak percaya.

Pada detik kecelakaan terjadi, aku refleks membanting setir dan menabrakkan sisi mobilku ke pembatas jalan, sambil memeluknya erat untuk melindunginya. Keningku menghantam setir, pecahan kaca menggores lenganku, sementara dia sama sekali tidak terluka.

Namun sekarang, anak yang kulindungi dengan mempertaruhkan nyawaku itu malah mengucapkan kebohongan paling kejam dengan suara polosnya.

"Aku nggak!"

Aku berusaha bangkit untuk duduk, tetapi gerakan itu menarik lukaku, rasa sakit membuatku terisak menahan napas.

"Anak kecil bisa berbohong?"

Suara Jackson mendadak meninggi, rasa muak di matanya hampir menenggelamkanku. "Chloe, kenapa dulu aku nggak sadar kamu setidak tahu menyesal ini! Semudah itu kamu berbohong!"

Aku menarik sudut bibirku, memperlihatkan senyum yang menyedihkan. "Kenapa nggak bisa? Dia sangat pandai berbohong."

Bella pura-pura terkejut. "Chloe, kenapa kamu bisa ngomong begitu tentang Wesley? Dia masih anak-anak! Kamu mau sengaja mencelakai Wesley, lalu menguasai seluruh harta Keluarga Kurniawan dan Keluarga Safira sendirian?"

Pola pikir macam apa yang tidak masuk akal ini?

Wajah ibuku langsung berubah muram. Dia menunjuk ke arahku dan berkata dengan kejam, "Chloe! Aku peringatkan kamu, jangan bermimpi yang nggak-nggak! Ingat statusmu!"
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status