LOGINDalam perjalanan merayakan ulang tahun anakku, aku mengalami kecelakaan mobil. Saat terbangun, aku melihat anggota keluarga mengelilingi ranjang rumah sakit, lalu aku bercanda, "Maaf, kalian siapa?" Aku menahan tawa, ingin melihat bagaimana mereka akan menghiburku, si "pasien amnesia" ini. Apakah ibu dan suamiku akan menggenggam tanganku dengan penuh kasih? Atau anakku akan menerjang sambil menangis memanggil Mama? Namun aku tidak menyangka, mereka malah tertegun sejenak, lalu sama-sama menghela napas lega. Ibuku yang pertama kali berbicara, suaranya terdengar lega, "Bagus juga kalau lupa. Sebenarnya kamu cuma anak angkat Keluarga Kurniawan. Bella-lah putri kandung Keluarga Kurniawan yang sebenarnya." Suamiku juga menunjuk ke arahku, lalu berkata pada anak kami, "Kamu seharusnya panggil Tante." Belum sempat aku pulih dari keterkejutan, kulihat anak yang selama ini kulindungi mati-matian, menoleh dan langsung berlari memeluk putri palsu itu. "Mama! Aku seharian tadi main di luar, kangen sekali sama Mama!" Ternyata, amnesia ini malah persis seperti yang mereka harapkan. Kalau begitu, semua yang palsu ini, tidak perlu lagi dipertahankan.
View MoreVierra ikut masuk, menyerahkan segelas air hangat kepadaku, lalu menatapku dengan cemas. "Kamu ... nggak apa-apa?"Aku menerima gelas itu dan meneguk seteguk, lalu menggeleng, "Nggak apa-apa. Jauh lebih tenang dari yang kubayangkan."Ya, tenang. Aku pernah mengira, saat kembali berhadapan dengan mereka, hatiku akan sakit, perasaanku akan bercampur aduk. Namun ketika momen itu benar-benar tiba, aku baru menyadari bahwa hatiku sudah lama mati rasa. Mereka tidak lagi mampu menimbulkan gelombang apa pun di dalam hatiku.Kupikir semuanya akan berakhir di sana. Tak kusangka, beberapa hari kemudian, aku kembali kedatangan tamu tak diundang. Itu ibuku.Keadaannya bahkan lebih mengenaskan daripada Jackson. Rambutnya sudah memutih setengah, wajahnya dipenuhi keriput, seolah mendadak menua sepuluh tahun.Dengan ditemani Vierra, dia masuk ke kantorku. Begitu melihatku, air matanya langsung mengalir. Dia ingin memelukku, tetapi aku menyingkir ke samping untuk menghindarinya.Tangannya yang terulur
Keesokan harinya, dia membawa Wesley dan langsung datang ke studionya.Hari itu, aku sedang rapat dengan klien.Asistenku masuk dengan wajah panik dan berbisik di telingaku, "Bu Chloe, di luar ada seorang pria bersama seorang anak. Dia bersikeras ingin bertemu dengan Anda ...."Semua orang di ruang rapat menoleh ke arahku.Aku tersenyum pada klien dengan wajah tenang, "Maaf, saya izin sebentar."Aku keluar dari ruang rapat dan langsung melihat Jackson dan Wesley berdiri di lobi.Setahun tidak bertemu, Jackson terlihat jauh lebih kurus. Di matanya terbayang kelelahan dan ketuaan yang dalam, sama sekali tidak ada lagi semangat percaya diri seperti dulu.Wesley juga sudah tumbuh lebih tinggi. Dia bersembunyi di belakang Jackson dengan raut cemas, kedua matanya memerah.Begitu melihatku keluar, mata Jackson langsung berbinar. Dia melangkah cepat mendekat, suaranya bergetar, "Chloe, a ... akhirnya aku menemukanmu."Aku berdiri di tempat tanpa bergerak dan menatapnya dengan ekspresi dingin.
Beberapa hari berikutnya, aku meminta pengacaraku secara resmi mengajukan gugatan cerai terhadap Jackson dan menyerahkan seluruh bukti perselingkuhannya selama masa pernikahan.Pada saat yang sama, aku juga mengajukan permohonan ke pengadilan untuk membagi seluruh harta bersama atas nama kami. Jackson menerima surat panggilan pengadilan dan langsung kelimpungan.Di satu sisi dia harus menghadapi krisis perusahaan, di sisi lain dia dihujani kecaman publik. Kini, dia masih harus berperkara cerai denganku. Dia mencoba menghubungiku, tetapi baru sadar semua kontaknya sudah diblokir.Satu-satunya jalan yang tersisa hanyalah melalui pengacara, menyampaikan keinginannya untuk berdamai.Pengacaranya mengatakan dia bersedia melepaskan seluruh harta, asalkan aku mau mencabut gugatan dan tampil ke publik untuk mengklarifikasi bahwa semua yang terjadi sebelumnya hanyalah kesalahpahaman.Aku meminta pengacaraku membalas, "Bisa. Suruh dia berlutut di alun-alun terbesar pusat kota selama tiga hari ti
Pesta ulang tahun Bella akhirnya berakhir dengan skandal besar yang paling memalukan.Keesokan harinya, kabar tentang Keluarga Safira, Keluarga Kurniawan, serta isu Bella merebut posisi istri orang langsung menyebar ke seluruh kota, menjadi bahan gosip selepas makan.Harga saham perusahaan Jackson langsung anjlok. Banyak mitra kerja berbondong-bondong mengajukan pemutusan kontrak. Bisnis Keluarga Kurniawan pun terkena dampak besar.Sementara itu, aku sedang duduk di depan jendela kaca besar yang terang di studio luar negeri, menikmati kopi dengan santai sambil menonton video langsung yang dikirim Vierra.Di dalam video, aula pesta yang sudah ditinggalkan para tamu tampak berantakan.Bella dan Jackson sedang bertengkar hebat."Jackson! Kenapa kamu nggak bilang dari awal kalau Chloe nggak kehilangan ingatan? Bukankah kamu bilang semuanya ada dalam kendalimu?" Bella berteriak histeris."Bagaimana aku bisa tahu dia nggak amnesia?!"Jackson menerjang ke hadapannya, mencengkeram bahu Bella d
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.