Pisah Terindah
"Seperti yang Pak Bima tahu, saya hanya seorang ibu rumah tangga yang dulunya sempat bekerja dengan mengandalkan ijazah SMK. Saya tidak akan secekatan Mbak Naja. Kapasitas saya jauh di bawah Mbak Naja."
Meskipun aku sangat senang mendapat tawaran pekerjaan tetapi aku tetap harus realistis. Apalagi dari yang kulihat, Mbak Naja sangat profesional dan pintar.
Pak Bima melengkungkan sebuah tersenyum. Lalu serangkaian kata-kata bijak mengalir darinya.
"Yang saya tahu, orang yang sudah profesional itu awalnya adalah orang-orang amatir yang terus belajar dan belajar. Bukankah untuk sampai di puncak tangga harus dimulai dengan melewati anak tangga terbawah dulu?"