OBSESI BARA
Sang empu kembali menatap Bara yang malah nyengir kuda.
Ish! Pria itu kenapa harus datang?!
Belum sempat menjawab pertanyaan Rahman, lelaki berumur 30 lebih itu sudah berdiri di samping Laila.
“Assalamu'alaikum, Abah.” Bara langsung mengucap salam dan menyalami tangan Rahman. Sebagai begitu, Rahman hanya mengeryit heran.
“Saya Bara, kebetulan temannya Laila.”