Dendam Sang Primadona
“Kamu pikir begitu. Tapi hati-hati, Ayla. Dendammu bisa memakanmu hidup-hidup jika kamu terlalu terjebak di dalamnya. Suatu hari, kamu akan melihat bahwa tidak semua yang terlihat kuat itu memang benar-benar kuat.”
Ayla merasa gemuruh di dadanya, sebuah perasaan yang sulit untuk diungkapkan. Ia tidak tahu apakah itu kecemasan atau kebingungan. Namun, ia tahu satu hal—Dimitri tidak salah. Dendamnya mungkin membutakan dirinya, mengarahkannya pada tujuan yang jelas, tetapi di balik itu, ada banyak hal yang lebih rumit, hal yang tak pernah ia perhitungkan sebelumnya.
“Baiklah, saya akan mendengarkan. Apa yang harus saya lakukan sela
Sikat na Kabanata