Ada keindahan tersembunyi dalam setiap helai cadarmu, seperti puisi yang hanya bisa kubaca dengan hati. Bukan mata yang melihat, tapi jiwa yang merasakan. Aku mungkin tak selalu bisa menatap senyummu, tapi setiap kata yang kau ucapkan adalah pelangi setelah hujan. Cintaku padamu lebih dalam dari warna cadarmu, lebih abadi dari debu yang menempel di kain itu.
Kau adalah misteri terindah yang tak perlu kupecahkan, karena nikmatnya justru dalam proses terus mengenalmu. Seperti bulan yang bersembunyi di balik awan, tapi cahayanya tetap menuntunku pulang.