Sketsa
ujar Yera setelah klien Tian keluar dari ruangan, lalu merapikan berkas berisikan desain-desain bangunan dan perabotan yang terletak di atas meja.
“Matanya sangat tidak sopan. Sudah tahu kalau kita ini berkencan, masih saja berani melirik ke arahmu. Untung hari ini kesabaranku penuh.” Tian menenggak air mineral dengan kasar. Mungkin kerja sama akan berakhir, jika dirinya dalam mood yang tidak baik. Ia pernah melakukannya beberapa kali.
“Sudahlah, kita jadi makan di luar, kan?” Tanya Yera yang telah selesai dengan acara merapikan berkasnya.
Hot Chapters