Amazing brie
Entah berapa kertas yang telah ia habiskan untuk menulis kutukan pada atasannya, seperti memiliki dendam kesumat, ia merasa tidak diperlakukan adil.
Sampai akhirnya ia lelah dan menyudahi kesedihannya adalah saat ia telah puas menangis dan saat itu juga ia menyadari kamarnya sudah seperti kandang babi, sampah dan pakaian berserakan jadi satu. Selama menikmati kesedihannya, ia pantang melakukan apapun. Hanya tiduran saja, makan dengan roti, bahkan melamar pekerjaan melalui online ia lakukan sambil tiduran dan menangis. Begitulah Brie ketika sedang melampiaskan kesedihannya, ia akan menghabiskan rasa sedihnya untuk siap melanjutkan kehidupan.
Hot Chapters