Raina
“Gue balik ya. Kalau ada apa-apa chat aja gue.”
“Siap!” Aku mengacungkan jempolku ke atas.
Selepas Ghina pulang, ponselku nyala. Nama Biji Selasih tertera pada layar.
“Hallo...” sapaku.
“Hai, calon istri,” sahut Galih dengan ceria.
“Mau ngapain pagi-pagi telpon? Gue sibuk nih,” ujarku jutek.
“Judes amat sih, honey? Lo udah di Cafe?”
Sikat na Kabanata