Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Black Shadow

Black Shadow

Mobil hitam yang tengah mereka buntuti semakin kencang melaju, melewati persimpangan lampu merah. Dan El dengan santai berhasil menembus lampu hijau sebelum lampu itu berubah menjadi merah. Gadis cantik berumur 17 tahun itu memang ligat membawa mobilnya. "Lihat, lampu merah aja berhasil gue terobos kan," ucapnya sombong. Yuna menaikkan sudut bibirnya mendengar kesombongan sang sahabat. "Walau lo ahli di bidang mobil, ingat lo nggak pernah bisa kalahkan keahlian aku menghilangkan nyawa mangsa kita," skak Yuna terkekeh.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai black eye brave frontier
Baca
+Pustaka
GRAY LOVE

GRAY LOVE

Mungkin. *** Langit malam ini begitu indah berhiaskan bulan dan taburan bintang. Tapi Rendi tak menyaksikan keindahan itu. Ia memilih tidur sekitar sepuluh menit yang lalu dengan lampu kamar temaram. Braaakk!! Pintu kamar Rendi didobrak seseorang. Sakelar lampunya dinyalakan. Rendi terbangun tapi terlalu enggan membalikkan badannya ke arah pintu yang ia belakangi.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai black eye brave frontier
Baca
+Pustaka
Black Light

Black Light

Sosok hitam yang tak dapat dilihat mata telanjang itu benar-benar berhasil memanen kristal jiwa, seolah menyatu dengan asap dan udara dia memetik kristal-kristal jiwa bagaikan memetik anggur. "Huahahahahahahahhahahahahahahahahahahaha...ternyata ini sangat menyenangkan, Aku benar-benar menikmatinya" Meskipun tawanya menggema dengan keras, namun manusia biasa tak dapat mendengar ataupun melihatnya. Rue benar-benar sudah menjadi sang pencabut nyawa! HUAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai black eye brave frontier
Baca
+Pustaka
Dark White

Dark White

Masker dan kacamata hitam terpasang rapi di wajahnya, sehingga tidak memungkinkan orang untuk mengenalinya. Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan rumahnya. Itu pasti mobil Rangga, tanpa pikir panjang Bella langsung masuk. Mobil melaju dengan kecepatan sedikit lebih cepat dari biasanya. Jalanan yang masih lengang memudahkan mereka untuk sampai di perusahaan dengan waktu singkat.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai black eye brave frontier
Baca
+Pustaka
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

Dan orang itu tertawa-tawa persis orang gila. Aku berusaha untuk bangkit, namun tubuhku benar-benar tak bisa diajak kerja sama. Kepalaku pun terasa berat, rahangku masih terasa kaku dan sakit, yang bisa berpungsi baik hanya mataku. Elena dan Black, tampak duduk santai sambil menikmati pertarungan di depan mereka. Beeberapa orang pengguna elemen mencoba menyerangnya, tapi dengan mudah dihalau oleh Black, dia hanya menjentikkan jarinya ke arah penyerang dan tahu-tahu si penyerang terjatuh sambil menjerit menutupi wajahnya.
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 436 kali sebagai black eye brave frontier
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Baca Semua Ulasan
BLACK EYE : When The Story Begin

BLACK EYE : When The Story Begin

Aku tak merasa keberatan karena aku selalu sendiri, tak lagi ada rasa kesepian dalam diriku. Sebuah lampu sekilas mengganggu pengelihatanku, sorotnya begitu menyilaukan karena berasal dari jalan yang lebih tinggi dari halte bis tempatku menyendiri. Motor hitam besar, dan bercat mengkilat berhenti tepat di depanku, pria dengan celana hitam, dan jaket maroon kini berdiri tepat di hadapanku. Helm besar menutup sebagian besar wajahnya membuatku semakin bingung, hingga akhirnya ia melepas helm dan merapikan rambutnya. “Ella,” panggilnya dengan nada berat. Tentu saja aku sangat mengenalnya, pria itu.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai black eye brave frontier
Baca
+Pustaka
Another Eye

Another Eye

Membentuk bulatan power hitam yang siap dilemparkan kepada musuhnya yang terduduk di bawah sana. "Heh, rasakan ini, Derl." Sedetik lagi ia maju dan menerjang demon berapi biru itu dengan kekuatannya, namun tiba-tiba sebuah bayangan di belakang tertangkap oleh ekor matanya. Dan tidak kurang dari kedipan mata, sosok itu melesat dengan cepat ke arah dirinya. Brakkk!!
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai black eye brave frontier
Baca
+Pustaka
Beautiful Darkness

Beautiful Darkness

ujarnya kesal. Kekehan Van terhenti dan tergantikan oleh pekikannya yang mengagetkan Ele. “Oh astaga, black forest-nya!” Van langsung beranjak dari duduknya dan mendatangi kompor di belakang Ele. Ele yang dapat merasakan pergerakan itu kemudian ikut berbalik seraya meraba-raba kursi agar tidak menabrak Van. “Kelebihan 5 menit! Oh tidak!”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai black eye brave frontier
Baca
+Pustaka
Brave Heart

Brave Heart

bisik Mayang lirih. Seruni langsung jantungan mendengar cara Mayang berbisik. Apalagi ada ketegangan di nada suaranya. Sambil tetap menunduk, pelan-pelan Seruni melirik. Ada seorang gadis cantik dengan rambut buntut kuda, duduk bersisian dengan seorang bule gagah tatooan. Tidak ada yang aneh, selain mereka itu tampak serasi sekali. Mata Seruni baru membesar kala melihat orang yang duduk tepat di hadapan sang pasangan serasi. Antonio Brata Kesuma. Dan saat Seruni memandangnya, Antonio juga tengah menatap tepat di matanya. Mati!
1038.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai black eye brave frontier
Baca
+Pustaka
The Blue Eyes

The Blue Eyes

Brak! Suara itu kini benar-benar dekat. Aku mengintip dari balik jendela yang menghadap teras. Sesosok bayangan hitam berdiri di depan pintu. Aku menelan ludah karena yakin itu adalah musuh abadiku, Peter Gantala.
95.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai black eye brave frontier
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status