Ahli Waris
tanya Cinta.
“Putus cinta,” jawabku melepaskan genggaman tanganku kepada Cinta untuk menyusul Rahman.
“Man, ayo pergi. Kayak putus cinta saja,” tarikku dan Rahman menahannya.
“Aku memang putus cinta, Gus. Aku seperti Bunga mawar ini. Layu, kering, terkena sinar mentari menyengat, terbuang, begitu saja. Huaaa, Minah! Kangmasku ini merindukanmu bidadariku turun dari sedan,” teriaknya semakin membuat Cinta tertawa hingga memegang perutnya. Sedangkan mertuaku menepuk jidatnya.
Hot Chapters