Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

“Teh Khaira sudah jago bikin masakan yang ibu bikin.” Deg. Khaira merasakan sesuatu menembus jantungnya. Padahal, ketika kalimat yang sama diucapkan Khair, sebelumnya dia merasa seperti disulut api. Namun, saat kalimat yang sama tersebut diucapkan kedua kalinya, Khaira justru merasa seperti disiram air dingin seketika. “Ayo makan, Teh!” ajakan Khair membuyarkan pikirannya. "Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar. Aamiin.”
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai shui jiao
Tampilkan Ulasan (85)
Baca
+Pustaka
Eneng Susanti
Hai, saya ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang sudah berkenan mampir ke laman ini. semoga berkenan membaca dan mereview cerita Khair dan Khaira. Jika suka, semoga berkenan untuk vote dan merekomendasikan cerita ini kepada yang lainnya. sekali lagi, terima kasih ...
Gideon Budiyanto
Romance religi yang dituliskan dengan sangat apik. Pesannya juga dalem banget. Mantap. Kisah Khair dan Khaira mampu untuk menjadi sebuah novel religi yang sangat berkualitas. Maju terusss. Udah di masukin ke daftar pustaka biar bisa selalu ngikutin kisahnya...
Baca Semua Ulasan
SEQUOIA

SEQUOIA

Sementara Joita sudah tak peduli, dia berjalan pelan menyusuri sungai yang tenang dan indah. "Lo semalam di bar?" Joi berbalik. Mengangguk sambil membalas, "Yap." Jantung Baskara hampir berhenti. Ia berdehem sambil batuk-batuk. "Semalam ... kita ..." Joi menyambung, "Ciuman?" Baskara tersedak air liur, karena omongan Joi sih tepatnya. Kenapa cewek itu blak-blakan sekali? Setidaknya filter sedikit katanya.
7.52.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai shui jiao
Baca
+Pustaka
Feng Ru Ai

Feng Ru Ai

Balas Ai "Guang, bagaimana bisa kaki kecil dan pendek seperti itu membuat kita tertinggal sejauh ini?" Bisik Di Yu dengan nafas yang masih putus - putus. Terkutuklah dirinya yang jarang berolah raga. Walaupun Di Yu pandai bela diri, namun ia merupakan pemuda yang malas berolah raga. Mungkin setelah ini, ia harus membuang rasa malasnya dan mulai berolah raga mengingat hari ini, ia tertinggal jauh oleh nona mudanya yang ternyata begitu lincah dan sangat cepat. "Di Yu, aku mendengarmu!" Seru Ai yang langsung membuat Di Yu pucat pasi
912.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai shui jiao
Baca
+Pustaka
Jalan Sunyi sang Pendekar

Jalan Sunyi sang Pendekar

sambung Chen Jia. Luo Yi terenyum tipis. "Kau bisa merebus daun Chao Hu Jiao itu, lalu air rebusannya diminum perlahan seperti di saat kau meminum teh. Kau akan merasakan efek menenangkan setelah meminumnya meski tidak ada Kakak di sini." "Benarkah?" tanya Chen Jia. "Ya," jawab Luo Yi. Perbincangan mereka berdua terus berlanjut sampai sore tiba.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai shui jiao
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status