Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina
tanyaku.
“Ada di kamarnya, tadi malam sedikit hangat badannya, terus bekas aspal yang di siku dan lutut berair lagi,” jawab Ibu. Luka di siku dan lutut memang agak lama keringnya. Karena aku juga pernah mengalami.
“Rasti penasaran dengan Naila, Bu,” Ibu tersenyum mendengar ucapan rasa penasaranku.
“Ibu tahu sebelumnya tentang Naila? Atau Toni pernah cerita gitu?” tanyaku lagi, seraya duduk di kursi makan. Ibu juga ikutan duduk di depanku.