Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KINASIH

KINASIH

Kain jarik dan kebaya yang dipakai, tak membuat semangatnya surut menghadapi para tetangga bermulut racun, pengganggu kenyamanan. "Kalian itu, apa nggak ada kerjaan? Hobi banget ngumpul sambil gosip, mbok yo bantuin aku aja, macul atau nyiram sayuran sini." Ijah meraih selang air dan memutar krannya. Perlahan, air berputar mengikuti selang itu dan keluar tepat saat Ijah mengarahkannya ke para emak di depan pagar. Mereka berteriak karena terkejut dan basah kuyup. Sementara tukang sayur yang baru saja datang, tertawa melihatnya.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as shui jiao
Read
+Library
DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

Sun Hao melihat Danau Giok, di tangan Liu Yan dengan wajah bingung. “Tuan Muda, ini adalah Danau Giok, yang bisa digunakan untuk mandi!” ucap Liu Yan. "Benarkah?" Tanya Sun Hao dengan matanya yang bersinar.
8.910.9K viewsOngoingAdded to Library 229 Times as shui jiao
Read
+Library
FLOWIE

FLOWIE

Apakah langit juga sedang bersedih? Flowie termenung. Tidak ada sesuatu pun yang spesial dari hujan ini, namun mengapa ia kembali mengingat pria yang sejak sebulan lalu terus memenuhi pikirannya? Flowie memejamkan matanya, menarik nafas panjang dan merasakan sapuan angin yang menerpa kulit wajahnya. Dengan perlahan Flowie membuka matanya, kembali menatap hujan yang berlomba-lomba jatuh menyentuh tanah. Sadar bahwa matanya mulai memanas, Flowie buru-buru memutar badannya ke sebelah kanan untuk menuju halte bus, namun saat ia memutar badan, langkahnya terhenti, tubuhnya terpaku, bahkan air mata yang sedari tadi berkumpul di kelopak matanya berhasil jatuh begitu saja. Siapa lagi yang bisa membu
105.9K viewsCompletedAdded to Library 159 Times as shui jiao
Read
+Library
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

“Teh Khaira sudah jago bikin masakan yang ibu bikin.” Deg. Khaira merasakan sesuatu menembus jantungnya. Padahal, ketika kalimat yang sama diucapkan Khair, sebelumnya dia merasa seperti disulut api. Namun, saat kalimat yang sama tersebut diucapkan kedua kalinya, Khaira justru merasa seperti disiram air dingin seketika. “Ayo makan, Teh!” ajakan Khair membuyarkan pikirannya. "Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar. Aamiin.”
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 376 Times as shui jiao
Show Reviews (85)
Read
+Library
Eneng Susanti
Siapapun yang membaca cerita ini, tolong berikan tanda dengan komen atau ulasan. Walau hanya sepatah dua patah kata, itu sangat berarti bagi penulisnya 🥲 Terima kasih buat semua yang sudah memberikan ulasan ...
Agatha Orchidas
ternyata cerita ini manis kak... ... aku suka alurnya, aku gak paham ttg bahasa yg bagus baik dan benar itu seperti apa... sejauh ini bagiku bahasa hanya penghantar penyampaian kata... intinya aku suka... ... semangat terus kak... lanjut ya... ...
Read All Reviews
SEQUOIA

SEQUOIA

Sementara Joita sudah tak peduli, dia berjalan pelan menyusuri sungai yang tenang dan indah. "Lo semalam di bar?" Joi berbalik. Mengangguk sambil membalas, "Yap." Jantung Baskara hampir berhenti. Ia berdehem sambil batuk-batuk. "Semalam ... kita ..." Joi menyambung, "Ciuman?" Baskara tersedak air liur, karena omongan Joi sih tepatnya. Kenapa cewek itu blak-blakan sekali? Setidaknya filter sedikit katanya.
7.53.0K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as shui jiao
Read
+Library
Feng Ru Ai

Feng Ru Ai

jawab Ai sopan "Tapi lain kali, saya harap anda berhati - hati. Ini jalan raya ibukota MingQi, banyak orang yang berlalu lalang disini" Tukas Ai lalu lantas membungkuk meninggalkan pangeran Rong dan YuSu yang tertengun dengan ucapan sarkas Ai yang kini berlalu meninggalkan mereka di bawa tatapan terkejut para penduduk MingQi yang baru saja menyaksikan tontonan yang menarik. "Entah hanya perasaanku saja, mengapa aku merasa bahwa kita seolah - olah baru saja dicampakan?" Gumam YuSu sepeninggal para penduduk MingQi yang mulai berhamburan meninggalkan tempat mereka berdua.
912.1K viewsOngoingAdded to Library 303 Times as shui jiao
Read
+Library
Jalan Sunyi sang Pendekar

Jalan Sunyi sang Pendekar

sambung Chen Jia. Luo Yi terenyum tipis. "Kau bisa merebus daun Chao Hu Jiao itu, lalu air rebusannya diminum perlahan seperti di saat kau meminum teh. Kau akan merasakan efek menenangkan setelah meminumnya meski tidak ada Kakak di sini." "Benarkah?" tanya Chen Jia. "Ya," jawab Luo Yi. Perbincangan mereka berdua terus berlanjut sampai sore tiba.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 179 Times as shui jiao
Read
+Library
Rain

Rain

ucap Ben enggan. Kia hanya mengangguk lalu kembali menyantap tumis kangkungnya sementara Ben tampak melamun. Suara petir bersahutan menandakan akan turun hujan padahal Kia sudah mewanti-wanti agar tidak menginap di rumah Ben. Namun, hujan mengacaukan semuanya. "Rain." gumam Kia pelan. "Apa?" Ben terkesiap mendengar nama itu.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as shui jiao
Read
+Library
Suamiku Dingin!

Suamiku Dingin!

Aku memang tak memiliki banyak uang tapi bagaimana dengan harga diriku jika memakai uang dari pria yang telah membuangku? Saat makan siang, tidak sengaja aku bertemu dengan James yang sedang mengambil foto di kawasan China Town. "Indonesia?" Dia bertanya padaku yang sedang menyantap semangkuk mi siam yang rasanya cukup asing di lidah. Bihun putih, udang rebus, tahu goreng, telur, dan disiram kuah berwarna kecoklatan yang rasanya asam.
1054.7K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as shui jiao
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status