Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tabib Sakti Tak Terkalahkan

Tabib Sakti Tak Terkalahkan

Lu Xiao, Hua Shi dan Mu Rong. Shizi dengan santainya mendekat ke bak pemandian besar, dari sana ia pun mulai memasukan ramuan obat yang dibuatnya untuk dimasukan kedalam air bak tersebut. Tak ada kecanggungan di wajah Shizi meski ketiganya kini dalam keadaan berendam tanpa mengenakan sehelai benangpun untuk menutupi tubuh indah ketiganya. “ Apa kau sedang merajuk? Sepertinya kau tidak suka jika kami berada disini!” Ujar Hua Shi dengan suara menggodanya.
9.4162.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.5K kali sebagai shui jiao
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Pok Jang
Numpang promosi thor! Tiga Mayat Satu Takdir ~ "Dalam dunia di mana kebajikan adalah topeng, seorang pemuda bertaruh segalanya demi cinta dan keluarga." "Ketika sihir terlarang menjadi satu-satunya pilihan, bagaimana kebaikan bisa bertahan?"
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Baca Semua Ulasan
DANYANG

DANYANG

tanya Dayu. ***
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai shui jiao
Baca
+Pustaka
Sebelum Hujan Membasahi

Sebelum Hujan Membasahi

Della dengan nada kesal, "Minuman apa ini?" Della melanjutkan. "Coba saja dulu, belum aku minum itu, nanti kalau suka langsung pesan aja." ujarku menyuruh Della. Tanpa banyak kata lagi, dia mencicipi minuman susu jahe yang aku pesan. Dari raut wajahnya, awalnya seperti biasa saja. Namun selanjutnya langsung saja Della memesan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai shui jiao
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Rimba berusaha menenangkan Gina. "Oh, ok sorry," sesal cewek dengan rambut panjang yang dibiarkan tergerai itu. "Lo emangnya gak tahu siapa si Oja?" "Namanya Seroja bukan Oja," protes Rimba. "Iya, itu tuh nama panggilanya." "Unik banget sih." "Jadi, lo beneran gak tahu si Oja?" Rimba hanya menggeleng sambil memasukan sesendok soto ke mulutnya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai shui jiao
Baca
+Pustaka
PERMAISURI YIN

PERMAISURI YIN

Li Wei mengulurkan tangannya. “Malas, mandi di tempat umum dilihat orang malu.” Su Yin tak biasa mandi di sungai walau airnya jernih. Lama menunggu persetujuan, Li Wei mendekat dengan cepat dan menarik istrinya sampai jatuh ke dalam sungai. “Basah aku jadinya.” Su Yin keluar dari air sambil menyeka air di wajah. “Ya namanya kena air basah, kalau kena api jadi cinta yang membara.”
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 681 kali sebagai shui jiao
Baca
+Pustaka
Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

tutur Qingchen. Ia lantas menunjuk ke arah danau di belakang Hao Yun sambil berkata, "Oh ya kalau ingin minum, minum saja air danau itu. Air itu tidak akan jadi kotor meski kalian gunakan untuk mencuci pakaian." "Oh, iya. Terima kasih Tuan Qingchen. Aku sungguh berterima kasih," ucap Wu Shi menahan rasa mual dari serangga yang terus bergeliat di atas daun.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai shui jiao
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

katanya dengan tampang polos bin bloon. “Wuahahahwuahaha kamu ajak dia nikah? Hahahah 1+1 aja kamu masih belum bisa, tulisan ayam saja kamu baca pitik (pitik adalah bahasa jawa dari ayam), hancurlah kalau kamu nikah, Dikaaa Dika, sadar kamu! Masih ingusan juga,” aku tidak bisa menahan tawa, hingga air mataku berjatuhan dan perutku kram, aku masih tertawa.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai shui jiao
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi Ja ngaya nggembol lali Syair yang memuat point randa atau janda itu dirasa Sarni Trilili nyenges dirinya. Ada rasa sir di hatinya. Sakit, agak sakit. “Kita pulang, Rip.” “Sebentar, Mbakyu. Biar mereka makan kaca dulu.” “Lho, ini bukan jaran kepang atau jathilan.” Surip Sasawati ngeyel, “Tapi di desa ‘be’ tadi siang mereka ngremus kaca, kok.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai shui jiao
Baca
+Pustaka
Rain Sound

Rain Sound

Rain Sound Jalan yang sudah kau pilih tak bisa kembali lagi, namun ketika hati sudah memilih siapa yang bisa berpaling? Pagi ini para murid baru ajh selesai melakukan apel pagi setiap hari Senin, Griloza atau lebih akrab dipanggil Oza itu. Menatap lurus ke lapangan barisan depan para pria yang sedang mengobrol dengan asiknya, gadis itu tak sendiri ia duduk bersama ketiga temannya yang lain. Yang juga lagi memandang lurus kedepan mereka. Perlu diingat lagi sekolah mereka dekat dengan sekolah stm, dan lagi perempuan yang lagi meminum susu kotak.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai shui jiao
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status