Jurnal Sang Dokter
ucap Simon.
"Ma-maaf saya sedang sibuk," ucap Nika.
"Sus, ayolah, sus," ucap Simon.
Rey terlihat menarik tangan Simon.
"Mereka tidak akan menjawab, keberadaan dokter aborsi itu dirahasiakan, bodoh sekali kau ini," ucap Rey.
"Enak saja mengataiku bodoh," ucap Simon.
"Aku ini jenius, dari pada mencari, lebih baik bertanya. Tidak mau bertanya sesat di lautan, di makan ikan," ucap Simon kesal.