Kehidupan Kedua
"Saya Nadisa."
"Saya turut berduka cita atas kepergian Pak Fadli, Nadisa. Saya–" Sean berceloteh panjang.
Akan tetapi, Nadisa justru seakan kehilangan pendengarannya. Hal ini karena kedua mata Nadisa dapat melihat eksistensi dua orang yang dikenalnya tengah berjalan mendekat. Seorang gadis cantik dan lelaki tampan yang amat melekat dalam ingatan Nadisa.