Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Kursi-kursi kulit yang telah usang terasa nyaman dan lukisan lokal menempel indah pada dinding. "Selamat datang di Kafe Bija Kuprum!" Antusiasme sang barista tampak begitu asli, tidak dibuat-buat. Papan nama yang dia pakai bertuliskan "Anwar". Senyumnya sangat lebar saat dia menatapku dan bertanya, "Pertama kali di sini?" Aku mengangguk, entah mengapa merasa tersentuh dengan sambutannya. "Kalau begitu, kamu harus coba kopi andalan kami yang dibuat dari biji kopi Kombula dengan sentuhan vanila dan kulit jeruk. Percaya padaku, rasanya pasti bikin kamu ketagihan."
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai kopi kedua
Baca
+Pustaka
Istri Kedua

Istri Kedua

ucapnya lagi dalam hatinya. Nika bisa bernapas lega saat pintu lift terbuka, ia buru-buru pergi dari sana, sampai ia tidak menengok ke belakang. Baru juga bernafas lega, eh malah gugup lagi saat tau ternyata bos dan asistennya itu sama-sama mau buat kopi. “Mbak Nika suka minum kopi juga?” tanya Garu. Nika menganggukkan kepalanya, “Lumayan Pak, tapi minumnya pas lagi ngantuk.” jawab Nika. Ia membuat kopi untuk Dean dulu.
776 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai kopi kedua
Baca
+Pustaka
Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

27. Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi Aku bertemu Dewi dan Yunita si Ular Berkepala Dua. Penulis: Lusia Sudarti Part 27 "Sebentar Pa, lagi bikin kopi," Bos cewek manjawab dari dapur rumahnya. "Jadi donk! Saya lagi kepepet Bos," timpal Suamiku. ***
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai kopi kedua
Baca
+Pustaka
Perselingkuhan Yang Manis

Perselingkuhan Yang Manis

Tapi merasa aneh dengan rasanya. "Ini kopi instan?" tanyanya. "Iya, Pak, Nescafe," jawab Andrea. "Yang bungkusnya panjang kan? Bukan petak?" "Iya, Pak, kenapa?" Andrea bertanya heran. Tapi rasanya kok aneh ya? Di rumah, Radit juga sering meminum kopi dengan merek yang sama. Tapi buatan Kayla jauh lebih enak dan sangat nikmat. Apa betul mitos yang mengatakan, beda tangan beda hasil?
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai kopi kedua
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

"Kenapa? Nggak mau? Kita 'kan teman kerja, jangan pelit-pelit!" "K-kuponnya sudah kupakai!" Maura akhirnya tersadar dan segera menggoyangkan ponselnya. "Maaf! Sudah dipakai semua, Kak Jennie, kamu minta tolong yang lain saja!" Wajah Jennie terlihat tidak senang. Dia kembali ke meja kerjanya sambil mendengus dingin. Tak lama kemudian, ada driver datang membawakan pesanan teh susu untuknya.
10.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai kopi kedua
Baca
+Pustaka
Wanita Kedua

Wanita Kedua

Karena gemetaran dan menahan rasa pusingnya, Anna berbicara tak terarah. "Kamu pusing?" Aditya bereaksi setelah melihat Anna memejamkan mata. "Habis minum apa?" tanyanya lagi. "Non alcohol. Tapi, rasanya seperti kopi, jadi tadi kuhabisin," jawab Anna masih memegang keningnya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kopi kedua
Baca
+Pustaka
TEMAN TIDUR CEO

TEMAN TIDUR CEO

Tuannya itu sangat pendendam, jadi dia enggan membayangkan konsekuensinya jika sampai Tuannya itu menaruh dendam kepadanya. Berkendara beberapa saat, dia pun tiba di salah satu kedai kopi. Di sudut kota yang tak terlalu ramai, tersembunyi di balik deretan toko tua, berdiri sebuah kedai kopi kecil bernama "Kopi Senja" Dari luar, tak ada yang istimewa, hanya papan kayu dengan tulisan tangan, pintu kaca dengan tirai rami separuh tertutup, dan aroma kopi yang menguar hangat ke trotoar. Tapi begitu melangkah masuk, dunia seolah melambat.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai kopi kedua
Baca
+Pustaka
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

11 AM – Tesco Grocery Store “Kamu suka susu yang mana?” Rafael nanya sambil megang dua karton di lorong dairy. “Full-fat. Hidup terlalu singkat buat pura-pura suka skimmed.” “Ok. Aku ambil yang almond milk .” Mey ketawa. “Nggak ada yang salah sih sama almond milk, tapi jelas bukan buat kopi. Dan aku tau itu buat perform body kamu kan?”
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai kopi kedua
Baca
+Pustaka
Ibu Kost yang menggoda

Ibu Kost yang menggoda

Di dapur— kopi sudah siap. Seperti selalu. Ravika mengambilnya, tapi kali ini tidak langsung pergi. Ia berhenti. Menatap gelas itu beberapa detik. Lalu… mengambil satu lagi. Ia menuang sedikit. Menyesuaikan. Lalu membawa dua gelas ke teras. Arven sudah duduk di sana. Seperti biasa. Tapi kali ini, ia sedikit kaget. “Kamu bawa dua?”
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai kopi kedua
Baca
+Pustaka
Wanita Kedua

Wanita Kedua

"Ngga papa Tante. Aku juga baru datang. Tante mau minum apa?" "Samain aja sama kamu," sahut Ratmi, sambil melirik gelas di atas meja. Kinaya melambaikan tangan untuk memanggil pelayan cafe. Seorang gadis berumur belasan mendekat. Wanita itu memesan satu hot coffe latte with cream untuk Ratmi tanpa menu tambahan, karena wanita itu mengatakan dirinya sedang diet. "Ada apa? Kok pengantin baru lecek banget?" goda Ratmi, sambil menaik-turunkan alisnya.
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai kopi kedua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status