Kontrak Cinta Sang Tuan Muda
Di belakangnya muncul sepupuku Fatwa—sebaya dengannya, rambut dicepol rapi, kebaya lilac.
“Mb-baaak!” seru Fatwa setengah berbisik namun tetap nyaring. Dia buru-buru menutup pintu, lalu memutar badan. “Astaga, calon suamimu itu— gila, tampan banget! Tinggi, putih, rahang tegas—beneran kayak aktor drama Korea, cuma versi CEO!”
Nalen tergelak. “Aku aja sampai bengong. Mas Al turun duluan, terus buka pintu buat Bundanya. Gentleman abis!”
Bab Populer