DOSA TERINDAH
Telunjuk yang diletakannya di bibir memintaku untuk diam.
“Vaann!” Suara Imelda terdengar begitu Ivan mengaktifkan speaker.
Alisku bertaut, suara itu begitu mendayu untuk seseorang yang sedang membahas pekerjaan, karena setelah panggilan mendayu itu, aku mendengar suara Imelda membahas pekerjaan yang tentu saja tak begitu kumengerti. Di sebelahku, Ivan menjawab dengan normal seperti selayaknya. Pembahasan yang kemudian merembet ke masalah rumah mewah yang sedang dalam proses penjualan.