My Light
Pada akhirnya gagal, karena tangannya dicengkeram dan bibirnya telah dibungkam.
Rafan semakin mempererat pelukannya, juga memperdalam ciumannya. Tanpa peduli, dengan Asya yang mulai memberontak lagi darinya. Saat ini, dipikiran Rafan—hanya ingin mendapatkan penenangnya kembali. Asya diibaratkan baginya, sebagai obat penenang—pengganti sebelumnya, yaitu melakukan self injury. Walau terkadang, masih ada hasrat ingin melukai tubuh sendiri.
Hot Chapters