Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pisah Terindah

Pisah Terindah

Pisah Terindah #11 "Terima kasih, Abi sayang. Semoga rezekinya melimpah ruah. Love you, suami terbaik, suami idaman yang sangat penuh perhatian. Bahagianya memiliki kamu. Semoga kita bahagia sampai tua dan bersama hingga ke jannah-Nya." Perutku mual membaca deretan kata-kata sok romantis, agamis dan lebay itu. Iri? Tidak! Tidak ada sama sekali rasa itu di hatiku. Dia bukan levelku. Apa yang harus kuirikan dari seorang wanita yang merangkai cerita bahagia di atas kehancuran sesamanya. Sungguh, sangat tak berperasaan. Manusia minus hati dan nir-empati. "Halah, suami terbaik, konon! Suami idaman, udah jelas-jelas suami rampasan."
9.668.0K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as mata terindah
Read
+Library
Mutiara yang Tersia-siakan

Mutiara yang Tersia-siakan

Pearly menoleh, lalu bertemu dengan tatapan membara Kayden. Mata mabuknya setengah terbuka, bagian putihnya dipenuhi urat merah. Di bawah cahaya lampu pijar yang kekuningan, seolah ada titik-titik air mata berkilau di pelupuk matanya. Pearly sadar, sosok Kayden yang biasanya begitu berkelas, saat menunjukkan wajah menyedihkan seperti ini, memang sanggup meluluhkan hati siapa pun.
14.8K viewsCompletedAdded to Library 577 Times as mata terindah
Read
+Library
Desahan di Kamar Pembantu

Desahan di Kamar Pembantu

Mereka kompak berlari menghampiri Indira. "Mama cantik banget!" seru Nala dengan mata berbinar. "Kayak putri kerajaan!" tambah Nathan. Mayang tersenyum haru melihat menantunya. "Indira, kamu benar-benar memukau. Bara pasti tidak akan berkedip saat melihat kamu." "Makasih, Tante..." Indira menunduk, menahan haru. "Bukankah ini saatnya kamu memanggil Mama?"
9.8352.4K viewsCompletedAdded to Library 9.5K Times as mata terindah
Read
+Library
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

“Kamu hebat, Thomas. Ibu sendiri bahkan tak menyangka peringkat satu akan diraih olehmu. Perkembanganmu sangat pesat. Terus pertahankan, ya.” Aku mengangguk pelan. “Terima kasih, Bu…” Tapi dalam hati, aku ingin berteriak. “Ini bukan hasil kerja keras. Ini... hasil membaca pikiran.” Aku kembali ke bangku, dan semua mata masih tertuju padaku. Ada kekaguman. Ada iri. Ada pujian yang berdengung seperti nyanyian sirene yang manis sekaligus mematikan.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as mata terindah
Read
+Library
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Ekspresi kaget ibu mertuaku membuat wanita penggoda itu merasa senang. Dia berdiri sambil bersandar pada bahu Satria, senyumnya terlihat menantang. "Tante, aku sedang hamil. Kalau sampai kena air dingin dan sesuatu terjadi pada bayinya, bisa jadi masalah." Ibu mertuaku marah hingga wajahnya memerah. "Hanya karena hamil, kok kamu jadi manja seperti ini? Mana ada menantu yang nggak mau cuci piring!"
7.9K viewsCompletedAdded to Library 166 Times as mata terindah
Read
+Library
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

jawabku singkat. Suasana tiba-tiba hening. Kami masih duduk berhadapan di ruang tengah, tangan kami saling bergenggaman. Aku menatap wajah Mama Siska. Dia begitu cantik dengan mata yang indah, hidung mancung, dan bibir tipis yang selalu tersenyum lembut. Tapi yang paling aku kagumi adalah hatinya yang baik, sabar, perhatian, dan tidak pernah punya rasa dendam pada seseorang, dia orang yang pemaaf. Banyak wanita di luar sana mungkin lebih menarik secara fisik, tapi jarang ada yang seperti Mama Siska.
10372.5K viewsCompletedAdded to Library 12.3K Times as mata terindah
Show Reviews (25)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda

Tiara balas memeluknya dan terharu. "Iya, Bunda. Aku seneng banget akhirnya bisa ketemu sama Bunda lagi," ucap Tiara sambil menghapus air matanya itu. Sinta terharu jadinya, dia juga menangis. "Iya, Nak. Bunda juga bahagia dan lega sekarang karena bisa ketemu kamu lagi. Kamu semakin cantik sekarang dan udah jadi menantu Bunda," balasnya. "Terima kasih, Bun. Bunda juga makin cantik dan awet muda banget kok," balas Tiara memuji ibu mertuanya itu dengan tulus karena memang benar apa yang sudah dia katakan itu.
5.4K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as mata terindah
Read
+Library
DOSA TERINDAH

DOSA TERINDAH

Aku berusaha memberi pengertian akan kondisi ibuku. Namun kurasa bukan kondisi ibu yang membuat Mama Indah menangis. Karena wanita itu justru makin erat memelukku dan makin terisak-isak. “Mama nggak nyangka secepat ini. Mama sayang kamu, Nak. Mama benar-benar kehilangan.” Ya, tak perlu bertanya lagi. Aku tau apa yang sedang ditangisi Mama Indah. “Semua sudah menjadi takdir hidup kami, Ma. Tak ada yang bisa melawan suratan dari-Nya. Bukankah rezeki, jodoh dan maut itu sudah menjadi ketentuan-Nya?”
9.8211.3K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as mata terindah
Read
+Library
Jurnal Sang Dokter

Jurnal Sang Dokter

Down Syndrome Bukan Salah Mama Romansa melihat semburat warna orens tergambar di sisi barat, matahari tenggelam yang begitu indah, terlihat sedikit samar. Dia memejamkan mata, membayangkan betapa indahnya matahari terbenam di pinggir pantai yang indah.
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 351 Times as mata terindah
Read
+Library
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Kalo dari gue sih, muka kaka gue emang biasa disebut-sebut mirip V BTS. Suasana yang awalnya ricuh kaya acara demo anak kuliahan perlahan hening gara-gara suara musik yang awalnya pelan lama-lama berubah jadi nge-bite. Ini baru intro, tapi pesona kakak gue emang gila abiss. Nggak ada mata yang meleng ke arah lain. Semua terhipnotis, terpesona, ngeliat kakak gue seakan-akan pangeran dari negeri dongeng. "Aduh kak! Besok mah enak ya! Kalo mau nikah tinggal tunjuk aja mau milih yang mana" teriak gue keras-keras.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as mata terindah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status