Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelakormu vs Aku

Pelakormu vs Aku

"Oke, oke, aku cuci piring! Tapi ini terakhir kali, ya!" Dengan berat hati, Kadita menyeret kakinya ke dapur, membuka keran, dan mulai mencuci piring dengan wajah cemberut. Dari balik punggungnya, Bu Sulastri tersenyum puas. Hampir satu jam Kadita berdiri di depan wastafel, mencuci piring-piring yang menumpuk. Suara air keran dan gesekan spons terdengar tanpa henti. Ketika ia hampir selesai, sebuah gelas kosong tiba-tiba diletakkan di sampingnya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai tempat cuci piring wastafel
Baca
+Pustaka
Neraka untuk Adik Madu

Neraka untuk Adik Madu

"Nah, Lidya kan bisa. Kita kan sama-sama istrinya Mas Pandu. Derajat kita sama, posisi kita sama. Jadi kita harus bekerja sama. Ya kan, Lid?" "Iya, Mbak. Betul. Mbak Vita temanin Daffa saja, kasihan," balas Lidya. "Emang kamu bisa bersihkan semuanya? Bahkan di sana masih teronggok perkakas yang belum dicuci," ucap Ibu seraya menunjuk westafel yang penuh dengan wajan kotor dan beberapa perlengkapan yang lain. "Mama tenang saja. Tadi Lidya memang belum sempat membersihkannya setelah memasak," ucap Lidya.
1030.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tempat cuci piring wastafel
Baca
+Pustaka
LUKA HATI RAISA

LUKA HATI RAISA

Di lihat begitu banyak piring di wastafel, padahal tadi hanya ada dua piring. Seraya menghembuskan nafas beratnya, Raisa mencoba bersabar dengan ujian yang kini di hadapinya. Mau tidak mau Raisa harus mencuci semua piring yang ada di wastafel. Usai mencuci piring, Raisa langsung menuju kamarnya. Sebelum menuju kamar, Raisa melihat ruang tamu yang kini telah kotor kembali dengan sisa makanan ringan yang di sebar oleh anak Maria. Dan ada mereka sedang bermain serta menumpahkan semua mainan di sana.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai tempat cuci piring wastafel
Baca
+Pustaka
Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

Melihat dapur yang bersih mengilap itu, dia tiba-tiba teringat momen saat makan bersama Aryani. Vihan menunjuk ke sekeliling. "Perhatikan baik-baik, apa ada yang terasa berbeda?" Ziana berjalan mengitari dapur hingga pandangannya tertuju pada wastafel. Dia dan Aryani pernah mencuci piring bersama setelah makan. Mencuci piring? Dari sudut matanya, Ziana baru menyadari bahwa dapur ini memiliki mesin pencuci piring otomatis. Kalau ada mesin itu, kenapa mereka harus mencuci piring secara manual?
9.7165.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai tempat cuci piring wastafel
Baca
+Pustaka
Dipaksa Menjadi Nyonya Besar

Dipaksa Menjadi Nyonya Besar

“Tumpukan piring itu belum dicuci.” Evelyn melihat wastafel yang dipenuhi piring dan gelas bekas makan siang. Setidaknya ada dua puluh piring kotor, puluhan gelas, dan beberapa panci yang masih bergantungan di rak pengering, menunggu untuk dicuci.
229 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai tempat cuci piring wastafel
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status