LOGINRaisa hidup dalam kebahagiaan bersama suaminya, Faisal, hingga sebuah tragedi menghancurkan kehidupan rumah tangga mereka. Ketika Faisal mengetahui bahwa bayi yang dikandung Raisa bukanlah darah dagingnya, dia tidak segan untuk mengusir Raisa dari rumah. Kebenaran itu terungkap setelah Faisal memeriksakan diri ke dokter dan mengetahui masalah kesuburan yang menghalanginya untuk memiliki anak. Di tengah perasaan putus asa, Raisa terpaksa mengakui kepada Faisal bahwa dia telah diperkosa oleh seorang pria beberapa waktu lalu. Dengan hati yang hancur, Raisa menyadari bahwa orang yang menghamilinya telah pergi ke luar negeri, meninggalkannya dalam keadaan bingung dan sendirian. Kini, Raisa harus menghadapi konsekuensi dari keputusannya dan perjuangannya untuk mencari jati diri di tengah stigma sosial dan rasa bersalah. Bagaimana nasib Raisa selanjutnya saat menghadapi kenyataan pahit dan perjuangan untuk mendapatkan kebahagiaan kembali?
View MoreRaisa memperhatikan Aldo yang sedang memasak." Rupanya kau pintar memasak juga, ya?!" tanya Raisa yang sudah mencicipi spaghetti." Hanya spaghetti, kan sudah ada petunjuknya di kemasan." tutur Aldo yang berada di hadapannya." Aku kan hanya basa-basi, Ish..." ucap Raisa seraya mencebikkan bibirnya." Ah, repot nya jadi wanita. Dijawab salah, gak di jawab salah." batin Aldo yang merasa serba salah." Apa kau mau minum jus atau susu?" tanya Aldo." Jus saja." jawab Raisa.Aldo mengambil stok jus di dalam kulkas, dan berjajar aneka jus buah di dalamnya." Isi kulkasmu seperti supermarket." kata Raisa memperhatikan Aldo yang sedang membuka kulkas." Karena aku malas mampir ke supermarket, jadi ku suruh pelayan ku untuk membeli semua nya." jawab Aldo, " Jus stroberi, jeruk atau mangga?" tanya Aldo." Mangga, kalau ada susu putih boleh di campur." pinta Raisa.Kemudian Aldo menuangkan jus mangga dan susu putih di dalam gelas." Silakan nona." kata Aldo yang memberikan segelas jus mangga m
" Raisa.." panggil Fay yang ingin menghampiri Raisa dan Aldo" Do, dia mencampuri minuman dengan sesuatu. Rasanya seperti saat kau memberi minum padaku." ucap Raisa terbata-bata sambil menahan efek dari obat yang di berikan oleh Fay." Kau tunggu di sini." kata Aldo yang melepas pelukan Raisa.Kemudian Aldo langsung menghampiri Fay, " Bugh." satu kepalan tangan telah mendarat di wajah Fay." Hey apa yang kau lakukan?" teriak Fay yang meringis kesakitan." Kurang ajar kau, apa yang akan kau lakukan pada Raisa?" tanya Aldo yang kembali memukul Fay, namun di tangkis dengan tangan nya.Perkelahian terjadi, sementara Raisa begitu tersiksa dengan reaksi obat itu." Aldo.." panggil Raisa , dengan posisi sudah duduk di aspal sambil menarik-narik kemejanya." Awas kau, tak akan ku lepaskan." ancam Aldo yang melepaskan cengkeramannya.Kemudian Aldo langsung berlari menuju Raisa, dan memapahnya ke dalam mobil.Fay hanya diam terpaku melihat Aldo membawa Raisa, tubuh nya penuh luka lebam.Aldo da
"Silakan duduk dan bergabung dengan yang lain," suruh Aldo pada Jenifer dengan tatapan dingin."I-iya, Pak," kata Jenifer dengan suara terbata-bata. Ia sangat malu karena Aldo tidak menanggapi penampilannya.Bianca, yang berada di sebelah Aldo, hanya tersenyum mengejek. Dalam hatinya ia berkata, “Aku aja sekretarisnya disuruh ganti baju dan celana panjang. Pak Aldo nggak tertarik sama wanita kecentilan kayak kamu.”Aldo mulai membuka pembicaraan. Ia menjelaskan tentang permintaan dari para konsumennya. Mereka yang menawarkan kerja sama harus sesuai dengan target pasar.Kemudian, produk yang ditawarkan oleh Johnson Corp memang lebih menarik. Namun, sekilas Aldo langsung menolaknya karena ia sangat mengetahui siapa pemiliknya.Rapat akan dibuka kembali besok pagi. Aldo masih mencari supplier yang cocok untuk pangsa pasarnya. Ia memberikan kesempatan pada para pebisnis baru yang ingin menawarkan produknya.Selesai rapat, Jenifer langsung menghampiri Aldo."Pak, produk kami lebih berkuali
Raisa dan Aldo telah menyelesaikan makan malamnya. Kini mereka antre untuk membelikan es krim."Kau mau beli berapa?" tanya Raisa yang ikut berdiri di sebelah Aldo."Untuk seisi rumah, ada berapa orang?" tanya Aldo.Raisa menghitung jumlah orang yang ada di rumah."Enam," jawab Raisa."Baiklah," jawab Aldo yang sudah menuju meja kasir.Kemudian Aldo membeli banyak pesanan, hingga dia kerepotan untuk membawanya."Mengapa kau begitu banyak membeli makanan?" tanya Raisa."Aku ingin makan bersama mereka di rumah," kata Aldo dengan jalan tertatih karena repot membawa barang belanjaan.Kemudian Raisa membukakan pintu mobil dan menaruh makanan di bangku belakang.Mereka sudah masuk ke dalam mobil dan mulai melaju menuju rumah Arifin."Raisa, apakah kau masih belum menerimaku?" tanya Aldo dengan mata yang fokus ke arah jalan."Aku sedang mencoba," jawab Raisa."Baiklah, aku akan selalu menjaga kepercayaanmu. Aku harap secepatnya kau membuka hatimu," pinta Aldo.Sesampainya di rumah, Aldo dan
"Den, sebaiknya jaga kesehatan. Bibi sedih kalau Aden sakit begini," ucap Bi Salma cemas yang duduk di sebelah Aldo."Aku kecewa dengan keputusan kakek, Bi!" Tutur Aldo dengan gurat kesedihan di wajahnya."Mau gimana lagi Den. Toh mungkin itu pilihan kakek yang terbaik untuk Aden," ujar Bi Salma.A
Faisal pun mendekati Raisa, dia memeluk erat tubuh sang istri. Mencoba menenangkan istrinya yang sedang sensitif. "Maafkan, aku! Ibu sangat membutuhkanku, karena aku adalah anak laki satu-satunya di keluarga ini. Aku mohon kamu bisa mengerti," Ucap Faisal sambil mengelus punggung Raisa.Raisa hany
Karena perutnya sudah sangat lapar, akhirnya perempuan berkulit putih itu berinisiatif untuk meminjam uang pada ibu mertuanya. Barangkali ibu mertua mau meminjamkan uang untuknya.Raisa mencoba mengetuk pintu bu Leha, barangkali mertuanya bisa meminjamkan uang untuknya membeli nasi Padang.Tok, tok
Dari dalam kamarnya, Raisa mendengar ada suara yang sedang membersihkan ruang tamu. "Ah, sepertinya si comel itu sedang membersihkan ruang tamu," gumam Raisa dalam hatinya. Maksudnya si comel itu adalah Maria. Raisa berpikir jika Maria yang sedang membersihkan ruang tamu. Karena memang itu kewaji












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.