Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjadi Istri Kedua Billionaire

Menjadi Istri Kedua Billionaire

Tok tok tok Disha mengetuk pintu kamar Damon beberapa kali, dia menunggu namun pintu tak kunjung dibuka. "Kamarnya kan kedap suara. Apa aku coba masuk saja yah? Tapi …- ah, masuk saja. Jika nanti Mas Damon tidak ada di kamar, aku bisa letakkan jam tangannya di nakas," monolognya lagi, memberanikan diri membuka pintu kamar suaminya. Pintunya dikunci! Disha meneguk saliva dengan susah payah. Tapi …-- 'Kau bisa kapan saja masuk ke kamarku.' Kalimat Damon saat itu sembari menambahkan sensor jari milik Disha pada pintu.
9.9157.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Baca
+Pustaka
Menantu sang Jendral Besar

Menantu sang Jendral Besar

Dengan membawa buah tangan, maka oleh-olehnya ini bisa membungkam mulut pedas mertuanya. Tok.. tok.. tok.. Darko mengetuk dengan pelan pintu apartemen, dia tidak berani mengetuk dengan keras pintu apartemen. Dia khawatir kepulangannya membuat tetangga terganggu, jika dia mengetuk pintu dengan keras. “Siapa?” Terdengar suara seorang wanita dari balik pintu, sesaat setelah dia mengetuk pintu apartemen. “Saya Darko bu.”
9.6171.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
MN Rohmadi
Penulis mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan dukungan pembaca setia MENANTU SANG JENDRAL BESAR yang masih setia mengikuti perjalanan Darko. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pembaca setia yang sudah memberikan Gem maupun Vote untuk Novel ini..........
Yeni Inka
Ini baru cerita tentang Jendral besar dan panglima perang yang lain daripada yang lain. Ceritanya sangat real dan epik, Darko meski kuat tapi ada masa lengahnya tapi tidak lama malah membuat ceritanya semakin asik dibaca.
Baca Semua Ulasan
Choice

Choice

Ting tong Bel apartemen berbunyi. Reihan pamit untuk membuka pintu. Seorang wanita dengan mini dress coklat muda berdiri di depan pintu apartemennya. Reihan tersenyum senang menyambut kedatangan kekasihnya. “Kok, nggak kasih tahu kalau mau datang?” membuka pintu lebih lebar. “Tadi aku ke rumah teman, terus aku pengin ketemu kamu, kangen.”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Baca
+Pustaka
Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Kehidupan Edo yang Menakjubkan

"Ada yang ingin aku katakan padamu, tolong buka pintunya!" "Kalau ada yang mau kamu katakan, katakan saja di luar." Aku tidak berani membuka pintu. Aku juga tidak ingin membuka pintu. Bella berkata dengan nada dingin, "Aku akan menghitung sampai tiga, sebaiknya kamu membukakan pintu untukku. Kalau nggak, aku akan mendobrak pintunya." "Kamu gila, ya? Tiba-tiba kamu mendatangiku dengan begitu agresif dan bersikeras memintaku membukakan pintu. Siapa yang tahu apa yang ingin kamu lakukan?"
9.41.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47.3K kali sebagai ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

Kata-kata orang asing itu bergema lagi: “Kalau kau menolak, besok akan terlambat.” Tangannya perlahan terulur, menyentuh gagang pintu. Sari yang setengah tertidur di sudut ruangan tidak menyadarinya. Gita menggenggam gagang itu erat, tapi belum berani menarik. Keringat dingin membasahi telapak tangannya. Suara samar kembali terdengar, entah nyata atau hanya bayangan dalam pikirannya. “Aku masih menunggumu.”
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Baca
+Pustaka
Misteri Loteng

Misteri Loteng

Tok tok Suara ketukan pintu mengalihkan atensi Yeri. Siapa yang mengetuk pintunya malam-malam begini? Yeri pun berjalan menuju pintu dengan malas. Yeri membuka pintu sedikit, mencoba mengintip dari sela pintu. Kemudian Ia membuka pintu lebar-lebar. Tidak ada siapa-siapa. Yeri melongokkan kepalanya keluar, menoleh ke kanan dan kiri. Namun, tidak ada seorang pun yang telihat. Yeri masih berdiri di ambang pintu, tangannya memegang kenop pintu. “Siapa yang ngetok pintu ya?”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Baca
+Pustaka
Tamally Ma'ak

Tamally Ma'ak

Menendangnya sekuat tenaga sambil mengeluarkan suara keras seperti suara mahasiswa yang turun ke jalan meminta keadilan kepada pemerintah. “Buka! Aku tahu kau ada di luar.” Bomat kalau pintu ini bakal rusak ataupun roboh. “Tepati janjimu kurang ajar…..” Tanganku dengan keras menggedor-gedor pintu bercat putih itu. “Sergio si…”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Baca
+Pustaka
Carinya Daddy Dapetnya Baby

Carinya Daddy Dapetnya Baby

“Oke. Gua matiin. Kuncinya cabut dulu, biar gua bisa buka pintu rumah lu.” “Iya. Udah tadi sekalian ke kamar mandi. Thanks banget, ya.” “Santai aja. Kaya sama siapa. Mungkin sejam lagi gua sampe sana. Lu tidur aja dulu. Dah, Assalamu’alaikum.” “Hmm. Waalaikumsalam.”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Baca
+Pustaka
Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

KEJUJURAN DINDA DALAM MEMBANGUN RUMAH TANGGA "Assalamualaikum! Assalamualaikum, Pak," teriak Dinda. "Waalaikumsalam," kata Pak Bukhori sambil membuka pintu. "Astagfirulloh, Nduk. Mengapa kau malam-malam bisa ke sini. Kau dengan siapa datang?" tanyanya lagi.
9.544.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Baca
+Pustaka
Menantu Sultan

Menantu Sultan

Tok-tok-tok! Ketukan di pintu membuatku tersadar, barusan aku melamun lagi dan sudah membuang waktuku yang berharga. Setelah mengecek penampilanku di cermin, kubuka pintu dan Jalu menyambutku dengan senyum, lesung pipinya terlihat jelas dari jarak sedekat ini. “Sudah siap?” “Iya.” “Ya sudah ayo berangkat!”
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 561 kali sebagai ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mendengar lagu ini selalu bawa nostalgia masa kecil yang manis. Lirik 'ding dong kudatang padamu bukalah pintu' sebenarnya bagian dari lagu anak-anak populer di Indonesia, sering dinyanyikan sambil bermain. Maknanya literal tapi juga metaforis: 'ding dong' adalah bunyi bel pintu, sementara ajakan 'bukalah pintu' bisa dimaknai sebagai undangan untuk membuka hati atau persahabatan.

Dalam konteks permainan, lagu ini biasanya dipakai saat 'petak umpet' atau permainan serupa, di mana satu anak mengetuk 'pintu' (bisa berupa pohon atau tembok) dan lainnya menyambut. Tapi secara filosofis, aku suka melihatnya sebagai simbol keterbukaan terhadap hal baru. Mirip seperti bagaimana kita seharusnya menyambut ide-ide segar atau pertemanan baru dengan tangan terbuka.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status