Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Yang Menghilang

Istri Yang Menghilang

Stefani
Hanna adalah seorang dokter Internis terbaik. Dia berusia 27 tahun, tapi memori kehidupannya tidak ada yang dapat dia ingat. Dia hanya tau dirinya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam dunia medis. Selain pengetahuan di dunia medis modern, dia juga memiliki kemampuan medis pengobatan kuno. Dia mahir menggunakan jarum akupuntur. Ayah dan ibunya juga adalah dokter yang sangat terkenal. Mereka memiliki rumah sakit yang sangat besar. Ayah dan ibunya berkata bahwa dia mengalami kecelakaan 2 tahun yang lalu ketika mendaki di pegunungan. Dia sempat mengalami koma selama 1 tahun. Ketika sadar dari komanya, dia kehilangan ingatan. Tapi meskipun kehilangan ingatan, kemampuan medisnya masih dia kuasai dengan baik. Dia sempat merasa asing akan dirinya dan cukup frustasi karena tidak mengingat apapun. Tetapi ketika ayah dan ibunya menjelaskan siapa dirinya dan memperlihatkan foto-fotonya dari kecil hingga dewasa dia merasa menemukan arah hidupnya kembali
Rumah Tangga
103.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Demi melindungi Mawar dari pelecehan, Dhana yang memiliki keterbelakangan mental dipukuli oleh Anton dan dilempar ke dalam Gua Iblis yang terkenal mengerikan. Menurut legenda, gua itu ditinggali oleh sesosok iblis. Namun, ternyata iblis itu tidak lain adalah Kaisar Dewa Teratai dari Alam Dewa! Kaisar Dewa Teratai ingin meminta Dhana membantunya kembali ke Alam Dewa. Karena itu, dia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mewariskan semua ilmu dan kultivasinya kepada Dhana. Setelah menerima warisan ini, Dhana memulai perjalanan untuk mengubah hidupnya. Dia memiliki Jarum Neraka 18, yang mampu menghidupkan kembali orang mati dan membuat tulang belulang kembali berbalut darah dan daging. Kemampuan bela dirinya kuat tak terbayangkan, mampu mengalahkan siapa pun. Dia memiliki Mata Roh Teratai, yang memberinya kekuatan untuk melihat masa lalu dan masa depan seseorang. Pemuda yang dulunya bodoh, kini berubah menjadi kaya dan tampan, naik langkah demi langkah menuju puncak kehidupan!
Urban
1034.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Bukan Ibu Susu Biasa

Bukan Ibu Susu Biasa

Alih-alih mengirim jamu pesanan pelanggan di Hotel Lokapala, Arunika Hana malah terjebak dalam sebuah kamar hotel bersama dengan seorang pria tak dikenal. Dengan suara beratnya yang mendominasi, pria itu memaksa Arunika untuk melakukan hal yang tak sepatutnya, padahal dia telah bersuami. Akibat hubungan satu malam yang tak Arunika inginkan, dia pun mengandung! Sembilan bulan dia berusaha menutup aib itu seorang diri dari Keluarga Buana. Dia pikir, dosanya telah diampuni setelah bayinya meninggal. Ternyata, takdir kembali memporak-porandakan hidup Arunika ketika seorang dokter membawanya ke tempat kediaman Keluarga Prama untuk sebuah pekerjaan. Sepasang mata dingin dan suara berat milik Kaivan Ararya Prama mengingatkan Arunika pada perusak tersebut. “Berani-beraninya wanita kumuh sepertimu menyusui anakku!” hardik Kaivan, yang adalah seorang Presdir Group Prama. Arunika terkejut tetapi mereka semua tidak tahu, kalau dia bukanlah seorang ibu susu dan penjual jamu biasa, melainkan seorang Pewaris Tabib Legendaris yang terkenal dengan keahlian jarum emasnya.
Rumah Tangga
102.4K viewsOngoing
Read
Add to library
Ksatria Yatim Dan Gadis Tanpa Aura

Ksatria Yatim Dan Gadis Tanpa Aura

Peringatan! Novel ini berisi adegan dewasa seperti adegan sexual, percintaan, kekerasan, darah, pastikan usia anda sesuai rating buku ini. Wanita tersebut memperkenalkan diri, matanya menyala bagaikan serigala menjaga wilayah kekuasaanya. Dengan presisi dia menendang Arthur, membuatnya terpental beberapa meter. "Pukulan Mawar Membelah Bumi!" Elixia segera melompat, menari dengan indah di udara, melesatkan pukulan sambil menukik tajam. Cepat, membuat Arthur tidak sempat menghindar, memaksanya menyilangkan kedua tangan untuk menahan serangan tersebut. "Bayang Menyelinap!" Leona menarik tangan Arthur, namun efek pukulan Elixia yang menciptakan tiupan angin kencang membuat mereka terguling cukup jauh. "Kau... Sejak kapan ada di situ?" pekik Elixia, tidak menyadari kehadiran Leona sebelumnya. Dia berjalan mendekat, hendak menghabisi kedua orang di hadapannya. Arthur segera bangkit, "kau... Lampiaskan saja semuanya padaku!" serunya, berdiri menutupi Leona dan bersiap melindunginya. "Baik... Kau yang memintanya!" Elixia tersenyum meremehkan, mendekat dengan cepat ke arah Arthur. "Tarian Mawar Berduri!" Elixia melesatkan sejumlah pukulan kombinasi, pukulan tersebut tampak tidak mengenai tubuh Arthur. Namun, tiba-tiba dirinya tersungkur, memuntahkan darah segar yang membasahi lantai atap sekolah. "Kuakui nyalimu, anak baru!" seru Elixia, senyumnya menusuk bagaikan duri mawar. Dia kemudian menurunkan sedikit kepalanya, sejajar dengan wajah Arthur yang kini terduduk dengan lutut bertumpu di lantai. Elixia mendekatkan bibirnya ke dekat bibir Arthur, "Ciuman Pencabut Sukma!" ia berbisik. Arthur terkesiap, jantungnya berdegup liar, ciuman yang dijanjikan sang nenek datang dengan cepat dari seorang wanita cantik sekaligus mematikan. Namun, bukannya kenikmatan, Arthur merasa kesulitan bernafas seperti paru-parunya tertusuk duri mawar.
Fantasi
101.1K viewsOngoing
Read
Add to library
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
Short Story · Realistis
2.0K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status