Ellipsis
“Mereka hanya remaja yang berusaha untuk bisa berada lebih dekat dengan kita. Mereka memang masih labil. Dan terkadang melakukan sesuatu di luar kendali. Tapi, itu adalah hal yang normal. Karena memang mereka masih berada dalam tahap tumbuh kembang dan belajar.”
Aku tertegun. Aku merenung sejenak, coba menafsir setiap kalimat yang Ashika lontarkan. Semua yang ia katakan memang benar adanya. Tapi di lain sisi, aku juga punya alasan atas tindakanku. “Aku mengidap keraunophobia.”
“Keraunophobia?”
“Rasa takut yang berlebihan pada kilat, guntur dan petir,” jelasku. “Itulah alasan kenapa aku bisa bertindak sekasar itu. Semua terjadi di luar kendaliku.”